JAKARTA, SENIN — Angka deflasi Januari 2009 sebesar 0,07 persen tak bisa mengangkat perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebaliknya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Senin (2/2), justru melemah 1,65 persen.
"Kayaknya angka deflasi tak bisa mengangkat perdagangan di BEI, justru sentimen bursa regional dan global yang masih dominan," kata Analis Riset PT Valbury Asia Securities Krisna Dwi Setiawan, seperti dikutip Antara di Jakarta.
IHSG BEI ditutup turun 22,024 poin menjadi 1.310,643. Sedangkan indeks Kompas100 turun 1,93 persen dan indeks LQ45 terkoreksi 2,14 persen serta Jakarta Islamic Index melemah 2,30 persen.
Menurut Krisna, indeks BEI bergerak melemah karena sentimen eksternal membuat para pelaku pasar saham masih khawatir dengan kondisi perekonomian global, terutama AS.
"Mereka masih takut terjadi krisis yang lebih dalam di AS, walaupun mengalami deflasi kembali, orang masih pada menunggu perkembangan AS, takut terjadi apa-apa," tegasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin ini mengumumkan bahwa selama Januari 2009 mencatat adanya deflasi sebesar 0,07 persen, sementara inflasi year on year (tahunan) sebesar 9,17 persen.
Krisna juga mengungkapkan bahwa indeks BEI mengikuti pelemahan bursa regional, seperti indeks Nikkei-225 di bursa Tokyo menyusut 1,47 persen, bursa Hong Kong dengan indeks Hang Seng yang melemah 3,14 persen dan bursa Singapura dengan indeks Straits Times yang turun 1,81 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang