Trias Berencana Turun Gunung Selasa Pagi

Kompas.com - 02/02/2009, 21:24 WIB

SEMARANG, SENIN — Salah satu mahasiwa Universitas Yarsi yang sempat hilang di Gunung Salak, Trias Mujahid, berencana pulang Selasa (3/2) pagi. Keluarga Trias yang berada di Semarang pun sudah tidak terlalu khawatir.

"Senin ini, Trias sudah ada di puncak Salak 2 dengan logistik cukup," kata Anjar Abu S, ayah kandung Trias, Senin di Semarang, Jawa Tengah. Trias berencana turun gunung melalui Cidahu.

Trias adalah salah satu dari enam pendaki dari Universitas Yarsi yang mengirim SMS dan mengabarkan bahwa mereka terjebak cuaca buruk di Gunung Salak dan minta bantuan.

Anjar mengatakan, sejak terjadi masalah, Trias langsung mengirim kabar melalui SMS sehingga tim pencari cepat bergerak. Trias bersama enam mahasiswa Universitas Yarsi lainnya pergi mendaki Gunung Salak pada Sabtu (31/1). Namun, pendakian mereka terhambat karena cuaca buruk.

Anjar mengatakan, Trias pamit untuk mendaki gunung pada Kamis (29/1). "Dia bilang ingin mendaki gunung bersama teman-temannya setelah menyelesaikan ujian pada Jumat," kata Anjar.

Dalam SMS pertama yang dikirimkan Trias ke ponsel ayahnya ketika terjebak cuaca buruk, Trias mengatakan bahwa dia mencapai di puncak gunung sendirian. Alas kaki keenam teman lainnya rusak parah dan persediaan makanan terbatas. Trias minta agar tim SAR segera datang dan menolong mereka.

Menurut Anjar, pada Senin malam, Universitas Yarsi menurunkan tim pendaki tambahan untuk mencari keenam mahasiswa yang hilang. Dia pun berencana pergi ke Jakarta untuk menyusul Trias.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau