SEMARANG, SENIN — Salah satu mahasiwa Universitas Yarsi yang sempat hilang di Gunung Salak, Trias Mujahid, berencana pulang Selasa (3/2) pagi. Keluarga Trias yang berada di Semarang pun sudah tidak terlalu khawatir.
"Senin ini, Trias sudah ada di puncak Salak 2 dengan logistik cukup," kata Anjar Abu S, ayah kandung Trias, Senin di Semarang, Jawa Tengah. Trias berencana turun gunung melalui Cidahu.
Trias adalah salah satu dari enam pendaki dari Universitas Yarsi yang mengirim SMS dan mengabarkan bahwa mereka terjebak cuaca buruk di Gunung Salak dan minta bantuan.
Anjar mengatakan, sejak terjadi masalah, Trias langsung mengirim kabar melalui SMS sehingga tim pencari cepat bergerak. Trias bersama enam mahasiswa Universitas Yarsi lainnya pergi mendaki Gunung Salak pada Sabtu (31/1). Namun, pendakian mereka terhambat karena cuaca buruk.
Anjar mengatakan, Trias pamit untuk mendaki gunung pada Kamis (29/1). "Dia bilang ingin mendaki gunung bersama teman-temannya setelah menyelesaikan ujian pada Jumat," kata Anjar.
Dalam SMS pertama yang dikirimkan Trias ke ponsel ayahnya ketika terjebak cuaca buruk, Trias mengatakan bahwa dia mencapai di puncak gunung sendirian. Alas kaki keenam teman lainnya rusak parah dan persediaan makanan terbatas. Trias minta agar tim SAR segera datang dan menolong mereka.
Menurut Anjar, pada Senin malam, Universitas Yarsi menurunkan tim pendaki tambahan untuk mencari keenam mahasiswa yang hilang. Dia pun berencana pergi ke Jakarta untuk menyusul Trias.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang