JAKARTA, SELASA — Kabar yang sempat merebak di media massa bahwa salah satu mahasiswa Yarsi telah diketahui nasibnya dan ditemukan oleh pihak SAR dibantah Posko SAR Tribuana Yarsi di Cimelati, Sukabumi, Selasa (3/2).
Seperti dikabarkan Senin kemarin, Trias (21), salah satu mahasiswa Universitas Yarsi yang tersesat, sudah ditemukan tim Wanadri meski kondisi dan keberadaan mahasiswa tersebut belum jelas.
Humas Posko SAR Tribuana Yarsi di Cimelati, Sukabumi, Herry Heryanto, dalam keterangan kepada Kompas.com, Selasa, meluruskan kesimpangsiuran informasi tersebut. Herry menegaskan bahwa kabar telah ditemukannya Trias tidak benar. Tim SAR sejauh ini sama sekali belum mengetahui pasti nasib ketujuh mahasiswa yang tersesat di puncak Gunung Salak tersebut.
"Sampai saat ini ketujuh orang itu belum ditemukan. Berita yg merebak sekarang itu semua tidak benar. Tim SAR yang ada di sini sama sekali belum mengetahui nasib ketujuh orang tersebut seperti apa," ungkap Herry.
Herry menjelaskan, kabar tentang nasib Trias hanya diperoleh dari pesan singkat yang diterima kakak Trias, yang juga anggota perkumpulan pencinta alam Tribuana Yarsi, Senin kemarin. "Lalu, kabar adanya SMS tersebut diteruskan ke tim SAR di posko. Ini masih kita kaji dan menjadi masukan bahkan analisa dari pihak kami. Menurut kabar terakhir dari pesan SMS yang kami terima, ketujuh orang tersebut masih berada di puncak," ungkap Herry.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang