170.000 Rumah Tangga Miskin Akan Diberi Raskin

Kompas.com - 03/02/2009, 10:50 WIB

BANJARMASIN, SELASA — Sebanyak 170.000 rumah tangga (RT) di Kalsel bakal menerima pembagian beras untuk keluarga miskin.
     
"Namun jumlah tersebut belum final, karena data itu masih akan diproses di tingkat pusat dan semua prosedur, seperti pencetakan kartu pembagian raskin akan dilakukan pusat," Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Bambang Pramono, di Banjarmasin, Selasa.
     
Ia menyatakan, untuk penilaian keluarga miskin, masih tetap menggunakan 14 kriteria, di antaranya keluarga tersebut tidak memiliki perhiasan emas, tidak mampu menyekolahkan anak, dan tidak memiliki rumah permanen.
     
"Dalam pendataan kali ini melakukan sedikit penekanan agar data yang diperoleh benar-benar mendekati keakuratan. Kesulitan saat petugas melakukan pendataan, antara lain, keluarga yang belum masuk kategori miskin, kebanyakan mengaku sudah miskin," tuturnya.
     
"Keadaan masyarakat seperti itu yang membuat para petugas pendataan melakukan sedikit penekanan dalam hal aset rumah tangga seperti kepemilikan sepeda motor, perhiasan, dan lain sebagainya," lanjutnya.

Sedangkan untuk pola pembagian raskin, BPS tidak mencampuri urusan teknis karena hanya menyediakan data dan Bulog yang bekerja sama dengan pemerintah daerah yang akan mendistribusikan raskin tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau