JAKARTA, SELASA — Valentino Rossi sadar, balapan MotoGP musim 2009 ini akan lebih berat dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, "The Doctor" berharap Casey Stoner tetap menjadi rival utamanya sehingga kompetisi akan berlangsung ketat dan seru.
Meskipun demikian, pebalap Fiat Yamaha yang berstatus juara bertahan itu tak menyepelekan beberapa pebalap lain. Jagoan asal Italia tersebut tetap memperhitungkan Dani Pedrosa dan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, yang musim lalu juga tampil impresif.
"Saya pikir, rival utama masih tetap Stoner. Namun, Pedrosa dan Lorenzo juga sangat berbahaya," ungkap Rossi pada sesi wawancara saat peluncuran website Fiat Yamaha.
Rossi yang sudah lima kali menjadi juara MotoGP sempat kehilangan gelar pada dua musim berturut-turut. Tahun 2006 dia kalah dari Nicky Hayden dan setahun berikutnya giliran Stoner yang jadi penghalang.
Namun, pada musim 2008 Rossi sangat mendominasi. Ketika Stoner dengan motor Ducatinya tampil buruk, bahkan harus jatuh dua kali di Brno dan Misano, "The Doctor" justru menunjukkan performa ciamik.
Meskipun dua kali gagal naik podium dari 18 seri yang dilombakan, dia membayarnya dengan sembilan kali menjadi nomor satu sekaligus merengkuh kembali gelar juara yang terakhir diraih pada tahun 2005.
Rossi pun unggul jauh dalam pengumpulan poin di klasemen akhir. Dia memimpin 93 poin atas Stoner yang harus puas finis di posisi kedua.
Menanggapi perjuangannya tersebut, Rossi mengaku sangat berat. Pasalnya, Stoner tetap menunjukkan kapasitasnya sebagai kompetitor utama dengan kerap menempati pole position dan melakukan fastest lap.
Nah, untuk musim 2009 Rossi merasa dia semakin mendapat tekanan. Alasannya, semua lawan pasti menjadikan dirinya sebagai musuh utama yang harus ditaklukkan.
"Musim 2008 sulit karena saat itu saya harus berjuang keras dan mengeluarkan seluruh kemampuan supaya bisa menjadi juara. Tahun 2009 saya pikir kompetisi bakal lebih berat karena para lawan saya yang gagal pada tahun 2008 akan terpacu untuk mengalahkan saya. Jadi, kompetisi akan lebih keras dibandingkan dengan tahun 2008," ujarnya. (CRS/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang