Laporan wartawan Kompas Andy Riza Hidayat
MEDAN, SELASA — Sampai saat ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sumatera Utara yang berujung pada tewasnya Ketua DPRD Abdul Azis Angkat. Meski begitu, Kepolisian Kota Besar Medan telah mengamankan enam orang dalam peristiwa ini untuk dimintai keterangan.
Selain pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Azis, aksi ini juga berujung pada rusaknya infrastruktur Gedung DPRD, antara lain jendela kaca yang pecah, pintu gerbang utama roboh, dan pintu gerbang bagian dalam rusak.
Selain itu, aksi juga menyebabkan terlukanya seorang pedagang rokok bernama Edward Tampubolon, warga Helfetia, Medan. Edward mengalami luka di bagian kepala setelah dia terkena lemparan batu dari massa saat berada di dekat pintu gerbang utama DPRD Sumut. Peristiwa ini terjadi saat massa menghalang-halangi mobil yang membawa almarhum Azis keluar dari kompleks DPRD.
Menurut saksi mata Daniel Tampubolon, wartawan Smart FM, lemparan batu itu nyasar mengenai kepala Edward sampai ia jatuh tersungkur dan pingsan. Edward kemudian dibawa ke RS Malahayati di Jalan Kejaksaan, Medan.
Saksi mata menuturkan, demonstran terdiri atas mahasiswa dan masyarakat. Sebagian demonstran mengenakan jaket almamater Universitas Sisingamangaraja Medan dan Universitas Tapanuli di Tapanuli Utara. Petugas juga menyiagakan ambulans, water canon, dan kendaraan angkut personel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang