Chavez: Revolusi di Jalur yang Benar

Kompas.com - 04/02/2009, 05:48 WIB
 
 

CARACAS, SENIN - Presiden Venezuela Hugo Chavez menegaskan bahwa revolusi sosial yang dijalankannya sudah berada di jalur yang benar. Dia juga menegaskan, tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan manusia selain dari sosialisme.

Hal itu disampaikan Chavez pada peringatan 10 tahun dia berkuasa, Senin (2/2), di ibu kota Caracas. Dia berpidato di bawah patung ”Bapak Revolusi” Simon Bolivar, yang menjadi sumber inspirasi perjuangan Chavez.

Pada tahun 1819, Bolivar membentuk Kolombia Besar, sebuah federasi yang sekarang ini terbagi-bagi menjadi Venezuela, Kolombia, Panama, dan Ekuador.

Peringatan 10 tahun Chavez itu juga dihadiri Presiden Nikaragua Daniel Ortega, Presiden Honduras Jose Manuel Zelaya, Presiden Bolivia Evo Morales, Perdana Menteri Dominika Roosevelt Skerrit, dan Wakil Presiden Pertama Kuba Jose Ramon Machado.

Ribuan rakyat Venezuela pun memperingati 10 tahun berkuasanya Chavez dengan berpesta. Chavez menjadikan hari peringatan >kern 251m<ini sebagai hari libur dan mengerahkan puluhan bus untuk menghimpun pendukungnya agar mendatangi Caracas.

”Sepuluh tahun lalu, pada hari seperti ini, pedang (yang dibawa Bolivar) hadir kembali setelah 200 tahun. Sepuluh tahun lalu, Bolivar menjelma menjadi rakyat dan kembali dengan pedang pembebasannya,” ungkapnya mengacu pada saat pertama kali dia mengambil sumpahnya pada tahun 1999.

Kehadiran para pemimpin Amerika Latin itu sekaligus digunakan untuk melakukan pertemuan dalam kerangka pembentukan Inisiatif Alternatif Bolivarian atau Alba. Inisiatif yang dikemukakan Venezuela dan Kuba pada tahun 2004 itu untuk memajukan zona perdagangan bebas Amerika Latin sebagai penangkal atas upaya-upaya perdagangan bebas AS di kawasan tersebut.

”Terdapat beberapa kesalahan dan ketidakefisienan dalam 10 tahun yang telah berlalu, tetapi juga ada perubahan positif bagi negara yang jangan dibalikkan lagi,” kata Luis Fuenmayor Toro, rektor di Central University of Venezuela.

Toro memuji bisnis-bisnis strategis yang kini berada di tangan negara, proyek-proyek infrastruktur pemerintah, program- program sosial dan meningkatnya partisipasi warga sehingga rakyat Venezuela sekarang tidak lagi mudah dimanipulasi seperti pada masa lalu.

Terbelah

Peringatan yang diselenggarakan menjelang referendum nasional pada 15 Februari itu oleh sejumlah pengkritik Chavez dianggap sebagai cara pemimpin berhaluan sosialis itu untuk menang dalam referendum amandemen konstitusi Venezuela.

Amandemen itu dimaksudkan untuk membuka jalan bagi Chavez berkuasa lebih dari dua kali masa jabatan. Konstitusi Venezuela sekarang ini membatasi masa jabatan seorang presiden hanya dua periode.

Jajak pendapat terbaru yang dilakukan Datanalisis menunjukkan, sekitar 51,1 persen warga Venezuela menyatakan mendukung referendum itu, sedangkan 48,1 persen mengatakan menolak. Hal itu menunjukkan terbelahnya rakyat Venezuela, antara yang mendukung dan menentang Chavez untuk berkuasa lebih dari dua periode.

Oposisi mengatakan, amandemen itu akan mengakhiri prinsip perputaran kekuasaan. Rakyat Venezuela sebelumnya telah menolak upaya serupa oleh Chavez untuk membolehkan kekuasaan presiden yang tak terbatas, pada usulan perubahan konstitusi secara luas pada akhir tahun 2007.

Jika Chavez kalah dalam referendum pada 15 Februari nanti, dia harus turun dari jabatan presiden pada tahun 2013. (AP/AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau