JAKARTA, RABU - Rupiah Rabu (4/2) pagi, naik meski masih berkutat di level 11.600. Posisi beli mata uang RI ini ada pada Rp 11.680 per dollar AS sedangkan beli di Rp 11.690 per dollar AS.
"Pelaku pasar menilai saatnya untuk melepas dollar setelah menguat, namun aksi lepas dollar AS relatif kecil sehingga kenaikan rupiah tidak besar," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Rabu.
Rully Nova mengatakan, pelaku pasar berspekulasi melepas dollar AS hanya untuk memberi nafas terhadap rupiah yang terus tertekan hingga mendekati angka Rp 12.000 per dollar AS. "Rupiah sebelumnya sempat terpuruk hingga di atas Rp 11.700 per dollar AS yang memungkinkan mata uang Indonesia terus mendekati angka Rp 12.000 per dollar AS," ucapnya.
Rupiah, lanjut dia, kemungkinan akan mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI) yang akan kembali memasuki pasar melakukan intervensi guna menahan tekanan yang negatif itu. "Karena itu, kenaikan rupiah juga tidak terlepas dari pengamatan BI di pasar terhadap bank-bank asing yang bermain valuta asing," katanya.
BI, menurut Rully, akan berusaha menjaga rupiah berada pada kisaran Rp 11.300 sampai Rp11.500 per dollar AS yang dinilai cukup aman, namun apabila terus terpuruk hingga mencapai Rp 12.000 per dollar AS, maka dikhawatirkan mata uang itu akan terus melemah. "Kami memperkirakan rupiah akan berjalan ketat untuk menuju angka Rp 12.000 per dollar AS karena BI juga akan berusaha menahannya," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang