JAKARTA, RABU — Mantan Menteri Perekonomian Indonesia Rizal Ramli memperkirakan, perekonomian Indonesia tahun ini akan mengalami hard landing. Pasalnya, empat mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berfungsi dengan maksimal.
Keempat mesin pertumbuhan tersebut adalah ekspor, investasi, konsumsi swasta, dan konsumsi pemerintah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya mencapai 3,3 persen.
Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia ini memperkirakan, pertumbuhan ekspor Indonesia akan menurun dari 20 persen pada tahun 2008 menjadi minus 5 persen tahun ini. "Krisis keuangan dunia menyebabkan permintaan dunia terhadap hasil-hasil bumi Indonesia berkurang sehingga tahun ini ekspor tidak dapat menjadi motor perubahan," ujar Rizal pada acara Economy Outlook 2009: A Year of Retrenchment and Hidden Risks, Rabu (4/2) di Hotel Mulia, Jakarta.
Sementara itu, baik nilai investasi portofolio, maupun investasi langsung yang mengalir ke Indonesia di tahun 2009 akan turun. Alasannya, sejak dua tahun terakhir ini, banyak perusahaan sekuritas bermodal minim yang melakukan leverage tinggi pada saat booming di pasar modal. Akibatnya, ketika harga saham terkoreksi tajam, pasar modal pun terkena imbas masalah keuangan yang berlipat ganda.
Sementara itu, di sektor konsumsi swasta, lanjut Rizal, daya beli masyarakat diperkirakan akan merosot, dengan tingkat inflasi 6 persen. Menurunnya daya beli masyarakat akan memengaruhi pertumbuhan konsumsi swasta. Rizal memperkirakan pertumbuhan konsumsi swasta hanya mencapai 3,5 persen, berbeda dengan target pemerintah sebesar 5,4 persen.
"Satu-satunya harapan adalah konsumsi pemerintah. Namun, kita lihat sejak empat tahun terakhir, konsumsi pemerintah hanya mencapai 80 persen dari total anggaran. Hal ini disebabkan manajemen yang tidak kuat sehingga banyak proyek-proyek yang sudah ada dananya, tapi tidak berjalan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang