JAKARTA, RABU - Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah menyatakan, jika calon presiden Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memilih Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai calon wakil presiden, ada kemungkinan pasangan tersebut akan kalah dalam pemilihan presiden putaran pertama.
"Karena, tidak pernah terbukti bahwa Sultan memiliki dukungan suara yang besar," ujar dosen jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini dalam acara 'Political Outlook', Rabu (4/2) di Hotel Mulia, Jakarta.
Bahkan, secara berseloroh, Eep mengatakan, "Ketika dia maju tidak menambahi, kalau keluar tidak mengurangi."
Menurut Eep, Megawati memiliki kesempatan untuk maju ke putaran kedua pilpres dan bahkan berpeluang menang, jika memiliki kandidat calon wakil presiden yang tepat. Kriteria calon wapres Mega, lanjut Eep, adalah seseorang yang dapat menggalang pemilih di luar Jawa, serta mampu merangkul pemilih muslim dan muslimah.
"Menurut saya, PDIP sebaiknya berkoalisi dengan PKS. Mega-Nur Hidayat merupakan pasangan yang paling atraktif," ujarnya.
Lebih lanjut, Eep menyinggung tantangan beberapa calon presiden. Untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Eep mengatakan SBY harus memastikan pemerintahannya berakhir dengan baik, dan menggalang koalisi kecil tapi disiplin.
"Untuk Wiranto, buktikan efektivitas kerja organik (bekerja tanpa kucuran dana dari pusat) di partainya agar mampu melewati Parliamentary Threshold dan mengantarkannya ke pilpres," ujarnya.
Untuk Prabowo dari Partai Gerindra, kata Eep, tantangannya adalah bagaimana mentransformasikan kekuatan finansialnya menjadi perolehan suara yang signifikan yang akan membuka jalan menuju pilpres.
Sementara itu, tantangan bagi Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla adalah bagaimana mengendalikan faksional dan pertarungan kepentingan internal di tubuh partai pohon beringin tersebut. Secara keseluruhan, Eep memperkirakan pemilu 2009 akan berlangsung lancar. Konflik-konflik yang mungkin meletus hanya bersifat lokal, dan tidak akan merembet ke daerah lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang