Eep: Duet Mega-Buwono Tidak Atraktif

Kompas.com - 04/02/2009, 15:35 WIB

JAKARTA, RABU - Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah menyatakan, jika calon presiden Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memilih Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai calon wakil presiden, ada kemungkinan pasangan tersebut akan kalah dalam pemilihan presiden putaran pertama.

"Karena, tidak pernah terbukti bahwa Sultan memiliki dukungan suara yang besar," ujar dosen jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini dalam acara 'Political Outlook', Rabu (4/2) di Hotel Mulia, Jakarta.

Bahkan, secara berseloroh, Eep mengatakan, "Ketika dia maju tidak menambahi, kalau keluar tidak mengurangi."

Menurut Eep, Megawati memiliki kesempatan untuk maju ke putaran kedua pilpres dan bahkan berpeluang menang, jika memiliki kandidat calon wakil presiden yang tepat.  Kriteria calon wapres Mega, lanjut Eep, adalah seseorang yang dapat menggalang pemilih di luar Jawa, serta mampu merangkul pemilih muslim dan muslimah.

"Menurut saya, PDIP sebaiknya berkoalisi dengan PKS. Mega-Nur Hidayat merupakan pasangan yang paling atraktif," ujarnya.

Lebih lanjut, Eep menyinggung tantangan beberapa calon presiden. Untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Eep mengatakan SBY harus memastikan pemerintahannya berakhir dengan baik, dan menggalang koalisi kecil tapi disiplin.

"Untuk Wiranto, buktikan efektivitas kerja organik (bekerja tanpa kucuran dana dari pusat) di partainya agar mampu melewati Parliamentary Threshold dan mengantarkannya ke pilpres," ujarnya.

Untuk Prabowo dari Partai Gerindra, kata Eep, tantangannya adalah bagaimana mentransformasikan kekuatan finansialnya menjadi perolehan suara yang signifikan yang akan membuka jalan menuju pilpres.

Sementara itu, tantangan bagi Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla adalah bagaimana mengendalikan faksional dan pertarungan kepentingan internal di tubuh partai pohon beringin tersebut. Secara keseluruhan, Eep memperkirakan pemilu 2009 akan berlangsung lancar. Konflik-konflik yang mungkin meletus hanya bersifat lokal, dan tidak akan merembet ke daerah lainnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau