Pesawat Wapres Jusuf Mendarat di Bandara Dulles

Kompas.com - 04/02/2009, 21:58 WIB

WASHINGTON DC, RABU — Pesawat khusus Boeing Business Jet (BBJ) Boeing 737-800 yang membawa Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla beserta rombongan terbatas dari Minessota, Amerika Serikat (AS), Rabu (4/2) pagi waktu setempat atau pagi waktu Jakarta, mendarat di Bandar Udara Internasional Dulles, Washington DC, AS. Sebelumnya, Wapres dan rombongan melakukan kunjungan kerja selama tiga hari dua malam di Jepang.

Wapres Kalla disambut oleh Duta Besar RI untuk AS, Sujadnan Parnohadiningrat, Konsuler Penerangan Chalief Akbar Tjandraningrat dan Sekretaris 1 Protokol dan Konsuler Anita Luhulima. Adapun rombongan terbatas Wapres Kalla di antaranya Ny Mufida Jusuf Kalla, putrinya Muschlisa Kalla dan Ahmad Kalla serta Dirjen Pelayanan Medik Depkes Faried W Husain, Staf Khusus Wapres Muhammad Anduh, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (API) Sofyan Wanandi dan Seswapres Tursandi Alwi.

Dari Bandara Dulles, Wapres Kalla dan rombongan beristirahat sejenak di Suite Kepresidenan Wisma Duta di Jalan Tilden NW 2700, Washington DC, sebelum berangkat menuju International Ballroom Centre Hotel Hilton, untuk mengikuti jamuan makan siang dalam acara National Prayer Breakfast ke-5 yang diselenggarakan oleh Kongres AS. Presiden Barack Hussein Obama dan Wapres Joe Biden dijadwalkan akan hadir dan bersalaman dengan sejumlah tamu undangan, termasuk Wapres Kalla, Kamis (5/2).

Di acara yang rutin diadakan sebagai doa ucapan syukur bangsa AS beserta staf diplomatik se-AS dan para tokoh politik dan lintas agama yang diundang di setiap awal tahun dari berbagai negara, Wapres Kalla akan berpidato sekitar 10 menit pada sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Ia membawakan tema proses mewujudkan perdamaian dan mengakhiri berbagai konflik yang menjadi pengalaman Indonesia.

Selanjutnya, dari Hotel Hilton, Wapres Kalla akan melakukan kunjungan kehormatan ke Wapres Joe Biden di Gedung Putih, sebelum melakukan pertemuan dengan anggota Senat AS asal Partai Demokrat Virginia James Webb dan Senator Christopher Bond dari Partai Republik, Missiouria. Malam harinya, di Wisma Duta, Wapres Kalla akan bersilaturahim dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di AS.

Di acara itu, selain akan menjelaskan perkembangan kondisi Indonesia, Wapres Kalla akan mendengar pertanyaan dan masalah yang disampaikan warga Indonesia di AS dalam sesi tanya jawab. Seusai acara itu, Wapres Kalla beserta Ny Mufidah akan menginap di Suite Kepresidenan Wisma Duta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau