SHANGHAI, KAMIS — China telah menjadi pasar nomor satu penjualan mobil di dunia saat ini dengan melampaui Amerika Serikat (AS). Demikian laporan berbagai media internasional dan pernyataan resmi dari General Motors (GM) kemarin.
Menurut GM, penjualan mobil periode Januari lalu di China mencapai 790.000 unit (angka resmi belum diumumkan). Sedangkan di AS, hanya membukukan penjualan 677.000 unit, turun 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 1,06 juta unit. Ini merupakan penjualan mobil terendah di AS selama 26 tahun terakhir.
Pertama
"Inilah pertama kalinya dalam sejarah, China melewati penjualan mobil di Amerika Serikat," jelas Mike DiGiovanni, Direktur Eksekutif Pasar Global dan Analis Industri GM, kepada Automotive News.
Dilanjutkan, "Kami memperkirakan China sedang menuju penjualan 10,7 juta unit per tahun. Sedangkan di Amerika Serikat, tahun ini diperkirakan penjualan mobil sekitar 9,8 juta unit." Perkiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan yang dibuat oleh Autodata, 9,57 juta unit.
Sebenarnya saat ini pasar mobil China tidak tumbuh. Namun, negara tersebut berhasil melewati Amerika Serikat karena penjualan mobil di AS belum memperlihatkan tanda-tanda pulih. Konsumen masih sulit mendapatkan kredit.
Kendaraan komersial
Meski angka-angka membuktikan penjualan mobil di China lebih tinggi dari Amerika Serikat, sebagian analis punya pandangan lain. Dikatakan, penjualan mobil di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu dibantu oleh penjualan truk dan bus dengan jumlah sangat besar.
Kendati demikian, negara dengan penduduk 1,3 miliar itu, cepat atau lambat akan menyamai penjualan mobil di AS yang berpenduduk 300 juta.
Buktinya, GM salah satu produsen mobil terbesar China sebelumnya telah melakukan investasi miliaran dolar. Kini GM telah menikmati hasil dengan penjualan 1,09 juta kendaraan selama 2008, naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan GM di China telah membantu problem mereka di negara asalnya, AS.
Sebelumnya, China menjadi pasar nomor dua setelah melewati Jepang pada 2006. Pertumbuhan cepat itu dipicu karena industri di China berkembang sangat pesat. Masyarakat berpendapatan menengah tumbuh sangat cepat yang selanjutnya meningkatkan daya beli.
Meski begitu, saat ini pasar mobil di China cenderung stagnan karena konsumen menahan pembelian besar-besaran. Pertumbuhan penjualan mobil domestik hanya 6 persen pada 2008 yaitu 9,38 juta unit. Ini untuk pertama kalinya pertumbuhan turun atau di bawah 10 persen sejak 1999.
Penjualan mobil selama Januari di China turun sekitar 8 persen. Sebelumnya, setiap bulan mencapai 860.000 unit pada 2008. Beijing pun mendukung industri otomotifnya tumbuh secara agresif dalam dua dekade terakhir.
Turunkan pajak
Bulan lalu pemerintah China mengumumkan menurunkan pajak pembelian mobil bermesin 1,6 liter sampai 5 persen. Program ini akan berlangsung sampai akhir tahun ini. Di samping itu, pemerintah juga membelanjakan 5 miliar yuan atau sekitar 730 juta dollar AS untuk membantu petani mengganti kendaraan roda tiga atau truk mereka yang sudah tua dengan yang berukuran lebih kecil.
Belum cukup, Pemerintah China juga membelanjakan 10 miliar yuan (1,5 miliar dollar AS) untuk membangun teknologi pabrik mobil terbaru dan mengembangkan kendaraan dengan energi alternatif. Di samping itu, ikut mendorong masyarakat menggunakan mobil irit energi dan meningkatkan daya saing industri otomotif negara nya.
"Penjualan meningkat bulan lalu naik karena pajak diturunkan," kata Gao Zhiyuan, seorang wiraniaga Shanghai Autombile Industry Hudong Sales Co, dealer Volkswagen.
"Konsumen merasa senang karena punya kesempatan lebih mudah membeli mobil. Di samping itu, karena harga bensin turun, pemilik mobil tidak lagi pusing dengan biaya bahan bakar," tambah Gao.
Di lain hal, dealer juga gencar menawarkan berbagai hadiah. Misalnya laptop, bahan bakar gratis, dan diskon untuk pembelian mobil baru yang irit konsumsi bahan bakarnya.
Mobil kecil
Mobil kecil mencapai dua per tiga dari seluruh kendaraan yang terjual di China pada tahun lalu. Tren ini memang digalakkan pemerintah untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan ketergantungan pada minyak impor.
Permintaan yang makin tinggi terhadap mobil-mobil berukuran kecil ternyata membantu produsen domestik dan asing di China. Hyundai misalnya, selama Januari lalu penjualannya naik 35 persen dibandingkan bulan sebelumnya, 42.790 unit.
Kendati penjualan mobil di China makin besar dan mengairahkan industri otomotif di negara tersebut, tetapi perjalanan untuk menyamai rival globalnya masih jauh. Hal dikemukakan Zhang Xin, seorang analis, kepada Guotai Junan Securities di Beijing.
"Untuk teknologi kami masih lemah. Kami masih harus menjiplak atau menggunakan sistem pabrikan Barat yang canggih. Karena itu, kalau sekarang ini menjadi nomor satu, merupakan sebuah keanehan," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang