JAKARTA, KAMIS - Penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) akan mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunganya. Hingga kini, sejumlah bank belum menurunkan suku bunganya.
"Penurunan BI Rate itu mengejutkan bagi kami, memang ada room untuk penurunan bunga. Tetapi kami sambut baik. Karena dengan begitu, bank-bank lain yang belum turunkan suku bunga akan turun dan segera sesuaikan kondisi keuanganya," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, di Jakarta, Rabu (4/2) kemarin.
Bank Mandiri sendiri telah menurunkan suku bunganya 2 minggu yang lalu rata-rata sebesar 0,5 persen. Menurutnya, dengan BI rate ini semua mengarah pada penurunan. Namun, Agus menyebut bunga pinjaman tidak hanya ditentukan oleh cost of fund tapi juga tergantung pada risiko yang ada.
"Jika seandainya saat sekarang terjadi penyesuaian-penyesuaian termasuk harga BBM yang turun, juga jasa lain bisa diturunkan otomatis akan membuat kondisi ekonomi lebih baik. Perbankan juga akan bisa menyesuaiakan bunganya," tutur Agus.
Lebih lanjut Agus mengatakan kondisi perbankan diharapkan akan ada pertumbuhan antara 18-20 persen di tahun 2009 ini. Sementara Bank Mandiri mematok target akan tumbuh di kisaran 16 persen atau turun dibandingkan tahun lalu sebesar 25 persen.
Penurunan target ini karena memperkirakan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 sehingga belum tentu permintaan untuk kredit akan cukup tinggi. "Oleh karena itu sementara kami pasang target kredit 16 persen," ujarnya.
Untuk tahun 2009, Agus mengatakan, pihaknya akan lebih fokus pada penyaluran kredit yang dapat mendukung ekonomi domestik dibandingkan yang eskpor karena permintaan dari luar negeri menurun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang