Jalan-jalan ke AS, Wapres Dapat Cucu Baru

Kompas.com - 05/02/2009, 12:56 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

WASHINGTON, KAMIS — Di tengah perjalanan kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapatkan kabar gembira atas lahirnya cucu baru dari putranya, Solihin.

Cucu Wapres ini diberi nama Kalilah yang lahir pada Kamis (5/2) waktu Indonesia. Namun, di tengah kunjungan di AS kali ini tampaknya Wapres tidak terlalu banyak mengetahui detail berita tentang kelahiran Kalilah.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, Kalla melalui stafnya banyak mengatakan "belum tahu" meski membenarkan kabar kelahiran tersebut.

Rombongan wartawan yang menyertai perjalanan Wapres pun mengetahui kabar itu sesaat setelah seorang warga Indonesia yang tinggal di AS mengajukan pertanyaan kepada Kalla di Wisma Indonesia, Washington, Rabu malam (Kamis pagi). Sebelum bertanya, warga tersebut memberikan ucapan selamat atas lahirnya cucu baru tersebut. Ia mengaku mendapat informasi tersebut dari "bocoran".

Berbeda dengan saat di Jepang beberapa hari lalu, di mana Wapres menyempatkan diri memberi nama pada seekor anak tapir penghuni kebun binatang Yokohama dengan nama La Baco, nama Kalilah bukan pemberian Kalla.

Selamat ya Pak Wapres...

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau