Anak Muda Berbisnis, Solusi Masalah Pengangguran

Kompas.com - 05/02/2009, 13:29 WIB

JAKARTA, KAMIS — Makin sempitnya lapangan kerja apalagi di tengah-tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu membuat kreativitas generasi muda untuk membangun bisnisnya sendiri menjadi kebutuhan mendesak.

"Kebiasaan sarjana-sarjana kita seusai lulus adalah mengirimkan sebanyak mungkin lamaran pekerjaan. Ini masalah yang selalu akan timbul jika tak ada solusi," ujar Deputi Bidang Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga Sudradjat Rasyid dalam sambutannya di acara jumpa pers Shell Livewire Business Start-up Awards 2009 di Jakarta, Kamis (5/2).

Namun, sayangnya banyak generasi muda dari daerah yang datang ke perkotaan karena mengaku kesulitan modal dan minimnya keahlian untuk mengelola usaha sendiri di daerahnya.

Padahal, banyak sekali potensi daerah yang dapat dikembangkan sebagai bisnis baru. Sudradjat mengatakan, sebenarnya banyak kesempatan yang dibangun oleh institusi pemerintahan ataupun perusahaan untuk memfasilitasi rencana usaha yang ingin dibangun generasi muda dari daerah.

Kementerian Pemuda dan Olahraga sendiri mengembangkan sejumlah program untuk menggerakkan ekonomi berbasis lokal, seperti pendidikan kader kewirausahaan pemuda dan pembangunan sentra-sentra usaha pemuda. "Tujuannya agar pemuda-pemuda di desa tidak pergi ke kota dan mengembangkan ekonomi pedesaan serta menarik kembali pemuda-pemuda dari kota untuk kembali ke desa," tutur Sudradjat.

Dari pengembangan usaha pemuda di Majalengka dari tahun 2007-2008, sekitar 450 pemuda yang mengikuti pendidikan dan pelatihan Menpora mendirikan usahanya masing-masing hingga akhirnya berkembang menjadi 2.700 usaha. Pada tahun 2009 Menpora menyiapkan anggaran Rp 30 miliar untuk mengembangkan bisnis generasi muda di Indonesia sebagai antisipasi tingginya angka pengangguran melalui fokus desa pertanian di Indonesia bagian barat serta desa pantai di bagian tengah dan timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau