Menambah Nilai Jual Rumah Anda

Kompas.com - 05/02/2009, 15:50 WIB

Begitu memasang iklan bahwa rumah Anda akan dijual, bersiaplah untuk menerima kedatangan calon pembeli yang berniat melihat-lihat keadaan rumah Anda. Anda cukup optimistis rumah akan segera terjual karena ukurannya cukup besar untuk keluarga muda, harga yang Anda tawarkan tak semahal rumah lain, lokasinya pun strategis. Namun, setelah berulang kali membuka pintu untuk calon pembeli, mengapa mereka tak juga menjatuhkan pilihan pada rumah Anda?

Ada berbagai hal yang menjadi bahan pertimbangan calon pembeli rumah. Lokasi strategis dan harga yang terjangkau menjadi pertimbangan utama. Namun, Anda harus melihat dari sisi calon pembeli. Bisa jadi ada hal-hal lain yang membuat mereka kurang sreg dengan rumah Anda. Hal-hal yang dapat dirasakan, tetapi sulit untuk diutarakan.

Jangan keburu putus asa bila hal itu terjadi. Bantu suami Anda melakukan trik-trik untuk menambah nilai jual rumah Anda.

1. Meskipun Anda sudah tidak tinggal di rumah tersebut, lakukan makeover pada rumah Anda. Tak sekadar menyapu dan mengepel, tetapi bila perlu juga mencat kembali, memperbaiki kloset yang jebol, dan mengganti atap yang bocor. Orang akan lebih senang melihat rumah yang sudah siap huni, ketimbang yang perlu banyak perbaikan. 

2. Jika Anda masih menempati rumah Anda, selalu rapikan rumah seolah Anda akan menerima kunjungan Barack Obama. Bersihkan lumut di dinding tempat cuci di belakang rumah, buang berkas-berkas atau peralatan yang sudah tidak dipakai, semprot pewangi toilet supaya terasa segar. Rumah yang rapi akan memberikan kesan hommy.

3. Pamerkan hiasan yang lebih umum, daripada yang terlalu etnik atau agamis. Tidak semua calon pembeli tertarik atau terkesan pada pernak-pernik yang terlalu spesifik menonjolkan etnis atau agama tertentu.

4. Anda senang dengan cat rumah yang berwarna mencorong, seperti hijau, pink, atau kuning. Namun, calon pembeli bisa saja menganggapnya norak. Ganti cat pada fasad rumah dengan warna yang lebih tenang. Bila perlu, pilih cat oplosan yang warna-warnanya terkesan unik, tidak pasaran.

5. Pindahkan beberapa perabotan dari ruang tamu atau ruang makan ke ruangan lain untuk memberi kesan lapang. Bila memungkinkan, titipkan dulu perabotan yang tak perlu ke rumah keluarga atau teman.

6. Ini juga penting. Tak perlu memberitahu calon pembeli jika rumah Anda punya "penghuni" lain, atau pernah ada kejadian-kejadian aneh di rumah. Barangkali Anda hanya ingin beramah-tamah pada tamu. Namun, hal ini hanya akan mengurungkan niatnya untuk membeli.

Pembeli bisa saja memperbaiki sendiri rumah Anda nanti. Namun, kesan tentang rumah Anda saat ini akan lebih membekas dalam ingatannya. Bila keadaan rumah lebih siap huni, percayalah, harga rumah pun akan naik dengan sendirinya.*

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau