SERANG, KAMIS - Pemerintah kota (Pemkot) dan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, diminta menggelar pengobatan massal penyakit kaki gajah (filariasis), menyusul ditemukan kasus penderita baru di dua daerah tersebut.
"Saya sebagai warga tentu sangat berharap pemerintah daerah menggelar pengobatan massal kaki gajah," kata seorang warga Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Sofyan(45) Kamis.
Sofyan mengatakan, berdasarkan hasil survailen Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2003 lalu ditemukan kasus penderita baru penyakit kaki gajah.
Di kedua daerah tersebut ditemukan sebanyak enam kasus penderita filariasis, sehingga perlu adanya pengobatan massal karena bisa menularkan kepada warga lainya.
Penyakit kaki gajah ditularkan melalui gigitan nyamuk berbagai jenis.Karena itu, satu-satunya untuk mencegah penyakit tersebut harus dilakukan pengobatan massal.
Pengobatan tersebut dilakukan bagi semua warga Kota Serang maupun Kabupaten Serang, selama lima tahun berturut-turut.
"Jika tidak dilakukan pengobatan massal dipastikan Kota Serang maupun Kabupaten Serang belum bebas dari penyakit kaki ggajah," kata Sofyan yang juga lulusan akademi perawat.
Menurut dia, penularan penyakit kaki gajah menjadi ancaman bagi masyarakat, sehingga pemerintah daerah segera mengalokasikan dana untuk pengobatan massal.
Penyakit kaki gajah akibat infeksi cacing filaria, yang hidup di saluran dan kelenjar getah bening (limfa) yang mengakibatkan gejala akut dan kronis.
Oleh karena itu, untuk mematikan virus cacing filarial itu penderita bisa meminum obat Dethyl Carbamazine (DEC) secara berulang kali agar cacing itu mati dan tidak menggerogoti tubuh korban.
Kaki gajah secara klinis menimbulkan peradangan di kelenjar dan saluran getah bening, terutama pada daerah pangkal paha dan ketiak.
Namun demikian, hingga kini penyakit kaki gajah tidak menimbulkan kematian, tetapi bisa menimbulkan beban sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Asep Misbah, menyatakan pihaknya hingga saat ini tidak memiliki dana untuk gpengobatan penyakit kaki gajah.
"Kemungkinan penderita penyakit kaki gajah jumlahnya terus bertambah, karena belum ada pengobatan massal itu," kkataya.
Penderita penyakit kaki gajah di wilayahnya ditemukan di dua puskesmas dan kini penderita masih dalam ppengawasan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Suharno, mmenyatakan Banten masuk kategori endemik penderita kaki gajah, karena hasil surveilan tahun 2003 lalu angka prevalensi penyakit di atas satu persen.
Artinya, tingkat penularan penyakit tersebut tinggi dan perlu adanya pengobatan massal."Saya kira tidak usah lagi dilakukan pengambilan sidik darah jari (SDJ),"ujarnya.