JAKARTA, KAMIS — Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menyatakan, ia tidak akan menoleransi segala bentuk intervensi yang merugikan perusahaan dan negara. Transformasi Pertamina juga akan dipercepat. Dia berjanji untuk tidak melayani segala bentuk intervensi.
Sebagai Dirut baru, Karen yang sebelumnya adalah Direktur Hulu Pertamina ini, akan melaksanakan 6 langkah prioritas utama. Demikian disampaikan Dirut Pertamina Karen Agustiawan, seusai pelantikan direksi baru Pertamina, di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/2).
Keenam langkah tersebut, pertama, melaksanakan Rencana Pengembangan Jangka Panjang (RPJP) Perusahaan. Kedua, melaksanakan program utama setiap direktorat. Ketiga, aspek distribusi dan kemanan pasokan. Keempat, penguasaan di sektor hulu tetap menjadi prioritas. Kelima, Pertamina harus menjadi lebih baik dengan mempercepat transformasi. Dan keenam, Pertamina menjaga integritas, jujur serta terbuka melakukan inovasi.
"Akan ada 6 langkah prioritas. Saya bersyukur atas amanat yang dipercayakan kepada saya. Saya siap menjalankan amanah sebaik mungkin," kata Karen.
Selain itu, Karen juga mengatakan untuk prioritas utama adalah faktor security of supply dan masalah peningkatan sektor hulu. Pasalnya, sektor hulu memberikan kontribusi yang besar terhadap Pertamina.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang