JAKARTA, KAMIS — Guna membatasi adanya kebocoran pada pemasukan jasa parkir, Pemprov DKI Jakarta bakal mengirim petugas langsung ke lokasi secara diam-diam. Hal tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terkait program parkir gratis di Jakarta.
"Untuk jukir yang nakal, kami akan tindak secara diam-diam. Kami mengirim petugas ke lapangan menggunakan pakaian bebas memantau jukir yang tidak memenuhi prosedur yang ada," tegas Gubernur Fauzi Bowo di kantornya, Kamis (4/2).
Dari laporan yang ada diperoleh informasi ada beberapa yang mengaku belum mendapat pemberitahuan bagaimana cara penerapannya. Padahal-menurut Fauzi, mereka yang menyatakan belum mendapat sosialisasi memasukkan uang parkir dalam kantong mereka sendiri.
Saat ditanya target parkir di tahun 2009, Fauzi hanya akan melanjutkan sisa target di tahun 2008 yang belum terpenuhi. "Untuk target tahun ini, kita selesaikan dulu kekurangan target tahun 2008. Tahun kemarin dari target Rp 18 miliar hanya meraup Rp 14 miliar. Bila berhasil, parkir lima kali gratis sekali dianggap berhasil dan bakal diteruskan di tempat serupa," jelas Fauzi.
Kebijakan parkir 5 kali gratis sekali bisa diperoleh masyarakat dengan mengumpulkan karcis sebanyak 5 kali untuk kemudian ditukarkan kepada petugas parkir di tempat yang telah ditentukan. Setiap wilayah memiliki warna tiket parkir yang berbeda. Program ini baru berlaku di empat wilayah yang telah ditetapkan, yakni di Jalan Pecenongan (Jakarta Pusat), Jalan H Juanda (Jakarta Pusat), Jalan Boulevard Raya (Jakarta Utara), dan Jalan Raden Fatah (Jakarta Utara).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang