Industri Kreatif Bakal Tahan Dihantam Krisis

Kompas.com - 05/02/2009, 21:59 WIB

BANDUNG, KAMIS — Industri kreatif menjadi sektor yang diperkirakan mampu bertahan menghadapi krisis tahun 2009 sebab basisnya adalah kreativitas dari sumber daya manusia yang tak terbatas. Ketergantungan teknologi dan bahan baku produk itu dari luar negeri pun termasuk rendah.

Ketua Komisi Tetap Pendidikan, Pelatihan, dan Magang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono di Bandung, Kamis (5/2), mengatakan, industri kreatif pada tahun 2009 diperkirakan masih memiliki prospek dan pasar.

"Jadi, 2009 adalah tahun tantangan. Namun, industri kreatif malah menjadi solusi dan potensi besar," kata Handito. Sektor yang termasuk industri kreatif antara lain desain, video film dan fotografi, musik, permainan interaktif , komputer dan peranti lunak.

Dukungan pemerintah terhadap industri kreatif disambut baik, tetapi jangan hanya berupa slogan. Seharusnya, pemerintah membentuk kementerian, setidaknya badan khusus yang mengurus industri tersebut. Kadin sendiri memiliki wakil ketua bidang ekonomi kreatif.

"Sektor lain yang dinilai berprospek adalah pangan. Maka, kalau mau bisnis pertanian atau pangan, cukup baik," katanya. Menurut Handito, pasar dalam negeri harus lebih dibidik. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan produk lokal.

Adapun industri yang terpuruk diprediksi adalah sektor dengan ketergantungan tinggi terhadap produk luar negeri, seperti tekstil dan sepatu. Ketergantungan itu berupa teknologi, bahan baku, bahkan sumber daya manusianya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau