Pembebasan Lahan untuk MRT Direncanakan Selesai Tahun Ini

Kompas.com - 06/02/2009, 21:16 WIB

JAKARTA, JUMAT — Pembebasan lahan untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) ditargetkan selesai tahun ini. Demikian dikatakan Direktur PT MRT Eddi Santosa, di Jakarta, Jumat (6/2).

Luas lahan yang dibebaskan rencananya 1,5 hingga 2 hektar, di sekitar Terminal Lebak Bulus dan wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai lintasan kereta api dan tiang-tiang pancangnya.

“Kan mulainya, deponya dari situ. Jadi tidak terlalu banyak tanah yang dibebaskan dan tanah lainnya di tengah jalan, jadi tidak terlalu rumit,” ujar Eddi ketika ditemui di kantornya, Wisma  Nusantara, Jalan MH Thamrin.

Tanah milik yang dibebaskan saat ini dimiliki 85 KK dan rata-rata memiliki bukti kepemilikan tanah dan bangunan. Namun, masih ada yang tidak mempunyai bukti kepemilikan tanah dan bangunan.

Tahun 2008, total dana pembebasan mencapai Rp 62 miliar. Karena terbatasnya waktu pelaksanaan tahun anggaran, sebagian dana tidak terserap sehingga dialihkan pada tahun berikutnya sebanyak Rp 90 miliar.

“Sebenarnya perihal pembebasan lahan ditangani oleh pemprov. Kami melakukan surveinya,” katanya.

Bila sesuai jadwal, Eddi meyakini, sebelum akhir tahun, pembebasan lahan bisa diselesaikan dengan baik sehingga pada 2010, saat melakukan tender pengerjaan proyek, perihal lahan tidak ada kendala.

MRT akan dibangun dari Lebak Bulus hingga Patung Api Senayan sehingga akan ada terowongan dengan kedalaman 15 meter yang terbentang sejauh 3,8 kilometer dari Ratu Plaza hingga Dukuh Atas. Mengenai jaringan utilitas yang akan terganggu, pihaknya akan meneliti lebih lanjut pada tahap basic design di bulan Maret 2009 hingga 14 bulan ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau