Hanafing Gantikan Raja Isa

Kompas.com - 06/02/2009, 22:56 WIB

MAKASSAR, JUMAT — Setelah kehilangan pelatih Raja Isa Bin Raja Akram Shah, PSM Makassar kini menunjuk Hanafing sebagai pelatih baru. Mantan asisten pelatih PSM itu mendapat tugas meraih tiga angka dalam duel kandang lawan Persita Tangerang.

"Hanafing saat ini bertanggung jawab penuh atas tim dan saya kira dengan pengalaman cukup lama sebagai asisten pelatih ia mampu melaksanakan tugas itu dengan baik," kata Ketua Pengurus PSM Ilham Arif Siradjudin, Jumat 96/2).

Manajemen tidak membebani target muluk-muluk kepada pelatih apalagi membidik posisi papan atas dalam klasemen akhir kompetisi Liga Super 2009. "Memang sebelumnya kita menargetkan lima besar, namun dengan kondisi tim yang ada sekarang, kita hanya bisa berharap berada papan tengah dari peringkat 11 saat ini," katanya.

"Pengurus tidak membenani target bagi pemain, apalagi terhadap pelatih untuk menggapai papan atas, tetapi cukup di papan tengah," lanjut Ilham.

Sementara itu, Hanafing menyatakan, yakin bisa mengamankan angka sempurna di laga kandang menghadapi Persita di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (7/2). "Suasana tim saat ini cukup kondusif dan solid, tidak ada yang berubah dalam tim sepeninggal Raja Isa. Semua pemain tetap mengikuti latihan dan menjalankan instruksi pelatih," ujarnya.

Hanafing menambahkan, para pemain juga tidak terpengaruh oleh keputusan mendadak dari pengurus tersebut. Mereka bahkan lebih ceria dari hari-hari sebelumnya karena manajemen telah membayar tunggakan gaji mereka. "Diharapkan kondisi ini tetap bertahan hingga menjelang laga menghadapi Persita sehingga bisa meraih angka penuh di kandang," pungkasnya. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau