Mesir Larang Hamas Bawa Uang Tunai

Kompas.com - 07/02/2009, 05:31 WIB
EL-ARISH, KAMIS — Aparat keamanan perbatasan Rafah-Mesir, Kamis (5/2), mencegah juru bicara kelompok pejuang Hamas, Ayman Taha, masuk ke Gaza dengan membawa uang tunai sembilan juta dollar AS (sekitar Rp 103,5 miliar) dan dua juta euro (Rp 29,5 miliar). Bersama Taha, petugas di Rafah juga menahan enam anggota delegasi ketika mereka kembali dari proses perundingan damai di Kairo, Mesir. Seluruh barang bawaan enam orang ini digeledah.

Aparat Mesir kemudian memperbolehkan lima personel Hamas untuk masuk Gaza. Namun, Taha segera diantar ke Bank Nasional Mesir di Kota El-Arish, Sinai utara. Taha kemudian diminta membuka rekening baru atas nama lembaga Pemerintah Mesir sebelum masuk Gaza. Setelah memenangi pemilihan parlemen di tahun 2006, para pejabat Hamas kerap masuk ke Gaza membawa uang tunai.

Penahanan pejabat Hamas yang membawa uang tunai pernah terjadi Desember 2006. Saat itu, Ismail Haniya (sebelum menjadi perdana menteri di Hamas) dipaksa meninggalkan uang tunai 35 juta dollar AS di Rafah-Mesir. Uang itu kemudian ditransfer ke rekening Otoritas Palestina.

Namun, pada bulan Juni 2007, Mesir memperbolehkan Menteri Luar Negeri Palestina pada saat itu, Mahmoud el-Zahar, kembali ke Gaza membawa 20 juta dollar AS. Zahar menyatakan uang tunai itu dibutuhkan untuk membayar gaji para pegawai pemerintahan.

Transfer bank pada waktu itu sangat sulit karena sanksi dari negara-negara Barat yang masih berlaku saat ini. Israel juga sering menghambat transfer uang dari Otoritas Palestina untuk membayar gaji pegawainya di Gaza.

PM Palestina Salam Fayyad mendesak Israel untuk memperbolehkan uang tunai masuk Gaza demi mengurangi krisis likuiditas. ”Kami berusaha memasukkan uang tunai ke Gaza, tetapi Israel sampai saat ini masih belum setuju,” kata Fayyad.

Hamas pernah berencana membagikan 5.200 dollar AS pada setiap keluarga yang rumahnya hancur akibat serangan Israel di Gaza selama 22 hari. Sementara untuk setiap keluarga yang anggota keluarganya tewas dijanjikan 1.300 dollar AS.

Boleh transfer

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert memperbolehkan transfer uang sejumlah 43 juta dollar AS ke Gaza untuk alokasi gaji pegawai pemerintahan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Selama beberapa bulan terakhir ini Israel berada dalam tekanan dari Utusan Khusus Timur Tengah Tony Blair, Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional untuk mencabut larangan transfer uang tunai dari Tepi Barat ke Gaza. Israel dituding menghambat sektor perbankan Palestina dan mempersulit upaya pemenuhan kebutuhan utama sehari-hari warga Gaza.

Sementara situasi keamanan Gaza tidak kunjung berubah. Dua roket dari Gaza kembali mendarat di Israel, Jumat pagi. Juru bicara militer Israel menyebutkan, roket itu ditembakkan dari arah Gaza utara. Sebelumnya, juru bicara PM Olmert, Mark Regev, mengingatkan Hamas yang dituding sengaja ”main api” dengan menembakkan roket-roket dari Gaza. ”Hamas jelas tidak memberi kesempatan ada proses perdamaian di wilayah selatan,” ujarnya.

Israel tetap bersikeras menyatakan Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan dari Gaza. Roket dan serangan balasan Israel itu diyakini mempersulit upaya perdamaian Mesir. (REUTERS/AFP/AP/LUK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau