"Bapak Bom Atom" Pakistan Bebas

Kompas.com - 07/02/2009, 07:38 WIB

ISLAMABAD, SABTU — Sebuah pengadilan Pakistan pada Jumat (6/2) membebaskan pakar nuklir Abdul Qadeer Khan.

Khan, yang dijuluki oleh warga Pakistan sebagai "bapak bom atom" negara itu, diberi pengampunan setelah dikenakan tahanan rumah tahun 2004 oleh presiden (waktu itu) Pervez Musharraf.

Ia ditahan setelah mengaku di televisi menjual rahasia-rahasia nuklir kepada Iran, Korea Utara, dan Libya. "Pengadilan tinggi memutuskan dia seorang warga negara yang bebas," kata salah seorang dari pengacara Khan, Iqbal Jaffry, kepada sebuah stasiun televisi.

"Ia akan memiliki semua hak yang diperoleh penduduk berdasarkan konstitusi dan Al Quran," katanya.

Pengenaan tahanan rumah terhadap Khan telah diperlonggar tahun lalu dan ia telah diizinkan untuk menemui para sahabat. Ia memberikan serangkaian wawancara ke media setelah pemerintah baru berkuasa Maret lalu.

Pakar berusia 72 tahun, yang dirawat karena kanker prostat, membuat jengkel militer karena memberikan pernyataan-pernyataan tentang penyelundupan peralatan nuklir yang tampaknya melibatkan militer dan mantan panglima angkatan darat dan Presiden Musharraf.

Sebuah pengadilan menguatkan penahanannya pada Juli tahun lalu dan melarang dia berbicara dengan media tentang proliferasi nuklir, sementara ia berada dalam tahanan rumah.

Tahun lalu, satu badan pengawasan nuklir PBB  mengatakan, jaringan Khan menyelundupkan cetak biru persenjataan nuklir ke Iran, Libya, dan Korea Utara dan aktif di 12 negara.

Bulan lalu, departemen itu mengatakan, pihaknya mengenakan sanksi-sanksi terhadap 13 orang dan perusahaan swasta karena keterlibatan mereka dalam jaringan Khan itu.

Pakistan menganggap kasus proliferasi nuklir Khan sudah ditutup, tetapi para ahli nuklir AS dan internasional yang menyelidiki proliferasi masih ingin memeriksa Khan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau