Iran Menilai Obama Kirimkan Isyarat Positif

Kompas.com - 07/02/2009, 14:34 WIB

MUNICH, SABTU — Keputusan Presiden AS Barack Obama mengirim utusan khusus ke Timur Tengah untuk menjajaki aspirasi negara-negara di kawasan itu adalah satu isyarat positif. Demikian dikatakan seorang pejabat politik senior Iran, Sabtu (7/2).

"Presiden AS telah menyatakan dia akan mengirim seseorang ke Timur Tengah untuk mendengarkan rakyat di situ, bukan untuk mendikte," kata Ketua Parlemen Iran Ali Larijani kepada peserta Konferensi Keamanan Internasional.

"Pendekatan ini adalah satu isyarat yang positif," tambah Larijani, salah seorang pemimpin terkemuka Republik Islam Iran dan mantan juru runding nuklir Iran.

Obama telah menunjuk mantan senator AS George Mitchell guna menjadi utusan khususnya untuk Timur Tengah dan Richard Holbrooke sebagai utusan khusus untuk Afganistan dan Pakistan.

Obama berjanji akan berusaha sekuatnya mendorong terciptanya perdamaian antara Israel dan Palestina, demikian pula halnya dengan pendekatan baru kepada Iran terutama dalam soal program nuklirnya yang kontroversial.

Pendahulunya, George W Bush, menentang pembicaraan langsung dengan Teheren agar negara itu meninggalkan program nuklirnya. Namun, Washington kini mengkaji lagi kebijakannya terhadap Iran.

Larijani mengatakan bahwa penguasa Gedung Putih yang baru dapat membangun kembali beberapa jembatan (hubungan politik kedua negara) yang telah dihancurkan oleh pemerintahan Bush. Namun, itu masih membutuhkan sebuah strategi yang pragmatis dengan didasarkan pada permainan yang adil.

"Pendekatan lama wortel dan tongkat yang klise mesti ditinggalkan," kata Larijani.

Sebagian besar isi pidato Larijani menyerang kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah dan dia juga mempertanyakan apakah berubahnya intonasi politik yang disampaikan Obama adalah benar-benar berarti bahwa AS siap menciptakan solusi diplomatik dengan Iran.

Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan tiga kali sanksi terhadap Iran karena negara ini menolak menghentikan program pengayaan uraniumnya yang dituduh negara-negara Barat sebagai upaya mengembangkan senjata nuklir.

Iran menolak tuduhan ini dengan mengatakan program nuklirnya hanya demi tujuan damai, yaitu menciptakan generasi pembangkit listrik baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau