Hasanah Card Hanya untuk Merchant Halal

Kompas.com - 07/02/2009, 15:51 WIB

JAKARTA, SABTU - Penggunaan kartu kredit berbasis syariah Hasanah Card hanya dibatasi pada sejumlah merchant yang dinilai halal. General Manager BNI Syariah Ismi Kusyaryanto menyatakan, saat ini terdapat 90 ribu merchant yang dapat diakses mempergunakan kartu kredit ini.

Namun begitu, guna membatasi kemungkinan-kemungkinan produk tidak halal dalam wilayah merchant, Ismi mengembalikan kepada hati nurani si pemilik. "Di manapun yang dianggap tidak halal, saat digesek akan ditolak. Namun untuk pembelian barang seperti di supermaket, yang menjual ragam makanan dengan ketentuan haram atau tidaknya kembali ke penggunanya sendiri," ungkap Ismi di sela Festival Ekonomi Syariah 2008, di gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (7/2 ).

Ismi menambahkan pula, kondisi perekonomian Indonesia yang terimbas krisis keuangan global tidak menyurutkan gairah bisnis perbankan berbasis syariah di tanah air. Pertumbuhan bisnis perbankan berbasis syariah mencapai 60 persen hingga tahun ini, adalah buktinya.

"Sebenarnya segi fundamental lebih bagus saat krisis ekonomi 1998, selain itu jumlah penduduk hingga 250 juta menjadi potensi pasar yang besar," jelas Ismi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau