Warga Cilincing Harapkan Tanggul Segera Ditinggikan

Kompas.com - 08/02/2009, 16:33 WIB

JAKARTA, MINGGU - Warga yang tinggal di sekitar Cilincing dan Marunda, Jakarta Utara mengharapkan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara (Pemkot Jakut) segera meninggikan tanggul air di sekitar lingkungan mereka.

"Ya mas, kita tuh sudah lama nunggu pemerintah ninggiin tanggul, soalnya kalo lagi pasang airnya kemana-mana," ujar Wati, salah seorang warga yang tinggal di daerah Marunda Jakarta, Minggu (8/2).

Tanggul air yang ada di sepanjang daerah tersebut untuk saat ini hanya setinggi 60 cm. Biasanya kalau air laut sedang pasang, warga sekitar hanya menambahkan tanggul tersebut dengan karung-karung pasir untuk mencegah air meluap.

Warga sekitar memang mengaku selalu ketakutan jika air sedang pasang, karena sudah pasti tanggul tidak mampu menahan seluruh air yang meluap.  "Kita tuh was-was terus takut kalo air pasang, apalagi musimnya lagi gak bagus kayak gini," aku Usman salah seorang warga Cilincing.

Beruntung ketika berkunjung ke Cilincing, tidak sedang terjadi air pasang. Namun, sisa - sisa kerusakan akibat air pasang masih terlihat seperti kondisi jalan yang rusak dan berlubang-lubang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau