Pengusaha AS Anggap Indonesia Mitra Strategis

Kompas.com - 08/02/2009, 16:38 WIB

DEN HAAG, MINGGU - Ketua Kadin Indonesia Komite Amerika Serikat (KIKAS) Sofyan Wanandi mengatakan, saat ini perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) menilai Indonesia sebagai mitra strategis untuk menanamkan investasi mereka.

"Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat saat ini lebih antusias terhadap Indonesia. Bagi mereka Indonesia jadi mitra strategis," kata Ketua KIKAS Sofyan Wanandi di sela-sela mengikuti kunjungan Wapres M Jusuf Kalla di Den Haag, Belanda, Minggu (8/2).

Sebelumnya pada 5 Februari 2009, Wapres Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Washington DC. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 30 perusahaan antara lain Chevron, ExxonMobil, Conoco, perusahan farmasi serta perusahaan pembiayaan dan yang lainnya.

Menurut Sofyan Wanandi, dengan kepemimpinan Presiden Barack Obama maka telah terjadi perubahan besar dalam cara pandang serta perlakuan. Karena itu tambah Sofyan hal ini menjadi momentum yang tepat untuk segera meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. "Kita juga harus proaktif, jangan hanya menunggu," kata Sofyan.

Dalam pertemuan tersebut, tambah Sofyan, Wapres Jusuf Kalla menekankan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk menanamkan investasi di Indonesia. Wapres, tambah Sofyan juga menjanjikan akan membantu penuh perusahaan-perusahaan yang ingin menanamkan investasi di Indonesia.

Saat tanya jawab, beberapa perusahaan tambang asal AS menanyakan aturan teknis dari UU Pertambangan supaya tidak terjadi salah pengertian. Menurut Sofyan, Wapres menjanjikan akan segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) atau Keputusan Menteri sebagai implementasi dan petunjuk teknis.

Sementara ExxonMobil dalam pertemuan tersebut meminta izin untuk bisa meningkatkan produksi di Banyu Urip Cepu dari 10 ribu barrel per hari menjadi 20 s/d 30 ribu barrel pe hari dengan membangun kilang penampungan di tengah laut. "Yang jelas perusahaan-perusahaan Amerika Serikat tersebut menyambut positif Indonesia," kata Sofyan.

Sofyan Wanandi ikut dalam serangkaian kunjungan Wapres Jusuf Kalla di empat negara yakni Jepang, Amerika Serikat, Belgia dan Belanda. Selain Sofyan juga ikut mendampingi Wapres dalam kunjungan ke beberapa negara tersebut antara lain, Kepala BPKM M Lutfi serta Seswapres Tursandi Alwi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau