Petrokimia Ajak Bangun Pabrik Pupuk Organik

Kompas.com - 08/02/2009, 17:48 WIB

MEDAN, MINGGU - PT. Petrokimia Gresik masih membuka peluang kerjasama dengan pengusaha Sumut untuk memproduksi pupuk organik yang dinilai prospek bisnisnya cukup baik.

"Kalau pengusaha lain berminat, manajemen siap bekerjasama," kata Manajer Penjualan Pupuk Wilayah Sumut PT Petrokimia Gresik, Sudigdo di Medan, Minggu (8/2).

Investasi untuk pengoperasian industri pupuk itu sangat tergantung pada lokasi pabrik akan dibangun dan harga bahan baku. "Kalau untuk mesin saja, investasinya sekitar Rp1 miliar per unit," katanya.

Dia mengungkapkan, Petrokimia menyediakan mesin dan teknologi, sedangkan bangunan dan termasuk pengoperasian dilakukan mitra kerja. "Secara total pabrik pupuk organik yang dioperasikan pengusaha bekerjasama dengan Petrokimia setiap tahun terus bertambah," katanya.

Tahun 2008 realisasi penyerapan pupuk organik hanya 3.000 ton, padahal pupuk organik itu sangat bagus untuk tanah dan tanaman itu sendiri.

Pupuk organik subsidi itu dijual murah atau dengan Harga Eceran Tertinggg (HET) sebesar Rp 500 per kg.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau