Making the First Move

Kompas.com - 08/02/2009, 19:54 WIB

Untuk urusan melakukan pendekatan, pria biasanya menjadi pihak yang melancarkan aksi lebih dahulu. Namun bila Anda tahu seseorang memiliki perasaan khusus terhadap Anda, namun ia tak juga melakukan serangan, apa yang harus kita lakukan? Bolehkah kita melakukan pendekatan lebih dulu? Bagaimana sikap kita agar tidak terlihat agresif, atau bahkan desperate?

Menurut Greg Behrendt, penulis buku He's Just Not That Into You, boleh-boleh saja jika wanita ingin melakukan aksinya lebih dulu. "Kebanyakan pria, paling tidak yang saya kenal, memang diajarkan untuk mengajak wanita untuk kencan. Namun bila ia tidak meminta Anda berkencan, bukannya ia tidak tahu bahwa ia lah yang harus melakukannya. Di lain pihak, ini hidup Anda. Jadi, lakukan apa yang Anda mau. Saya tak akan terganggu sama sekali," ujar pria yang juga menulis skenario serial Sex and the City ini.

Hal lain yang membuat pria incaran Anda tidak juga mengajak Anda kencan adalah karena ia tidak ingin repot memikirkan apa yang harus dikatakannya untuk mengajak Anda  nonton bareng, atau  ngopi-ngopi di luar jam kantor.  Hanya karena  pria ditakdirkan untuk menjadi pihak yang bergerak lebih dulu tidak berarti ia tak bisa nervous menghadapi Anda. Kemudian, bisa saja ia ingin memastikan dulu bahwa Anda juga tertarik padanya. Terakhir, ia hanya takut ditolak.

Untuk mengajak pria berkencan, Anda perlu memastikan bahwa ia juga tertarik pada Anda, dan bukan tipe pria konvensional. Anda hanya akan dianggap sebagai wanita yang putus asa. Selanjutnya jika Anda memang berniat mengajaknya melakukan aktivitas berdua, Anda pun harus siap menerima penolakan. Hanya saja -ini yang memudahkan- jika tidak tertarik, pria akan mengatakan tidak begitu saja. Pria tidak seperti wanita yang akan bicara berputar-putar untuk menunjukkan bahwa ia tidak berminat. Yang perlu Anda perhatikan hanya topik pembicaraan saat kencan saja.

Nah, bagaimana bila Anda bertemu dengan pria baru, entah di acara training kantor, festival film, resepsi pernikahan teman, dan lain sebagainya?

Lakukan kontak mata. Hal ini menunjukkan bahwa Anda memperhatikannya, dan tidak sedang kebetulan melihatnya. Tatap matanya beberapa detik, lalu berpaling lah. Anda bisa mengulanginya lagi belakangan.

Tarik sudut bibir ke atas. Anda menunjukkan keramahan, namun tidak sedang mengobral senyuman. Jika ia mulai tersenyum, balas lah senyumannya. Tetapi pastikan ia sedang tidak tersenyum pada orang di belakang Anda.

Bersikap santai. Hanya karena ia balas memandangi Anda, tak perlu mengubah sikap duduk atau cara berdiri Anda. Juga jangan membebaskan diri dari kerumunan Anda untuk memberi kesempatan padanya mendekati Anda. Pria lebih pintar menerjemahkan bahasa tubuh dan dandanan wanita yang "mengundang" daripada Anda.

Jangan meminta nomor teleponnya. Biarkan ia yang meminta nomor Anda lebih dulu. Bila ia memberikan nomor teleponnya pada Anda, dan meminta nomor Anda, buat lah ia sedikit penasaran. Katakan saja, "I'll call you."

 

 

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau