Untuk urusan melakukan pendekatan, pria biasanya menjadi pihak yang melancarkan aksi lebih dahulu. Namun bila Anda tahu seseorang memiliki perasaan khusus terhadap Anda, namun ia tak juga melakukan serangan, apa yang harus kita lakukan? Bolehkah kita melakukan pendekatan lebih dulu? Bagaimana sikap kita agar tidak terlihat agresif, atau bahkan desperate?
Menurut Greg Behrendt, penulis buku He's Just Not That Into You, boleh-boleh saja jika wanita ingin melakukan aksinya lebih dulu. "Kebanyakan pria, paling tidak yang saya kenal, memang diajarkan untuk mengajak wanita untuk kencan. Namun bila ia tidak meminta Anda berkencan, bukannya ia tidak tahu bahwa ia lah yang harus melakukannya. Di lain pihak, ini hidup Anda. Jadi, lakukan apa yang Anda mau. Saya tak akan terganggu sama sekali," ujar pria yang juga menulis skenario serial Sex and the City ini.
Hal lain yang membuat pria incaran Anda tidak juga mengajak Anda kencan adalah karena ia tidak ingin repot memikirkan apa yang harus dikatakannya untuk mengajak Anda nonton bareng, atau ngopi-ngopi di luar jam kantor. Hanya karena pria ditakdirkan untuk menjadi pihak yang bergerak lebih dulu tidak berarti ia tak bisa nervous menghadapi Anda. Kemudian, bisa saja ia ingin memastikan dulu bahwa Anda juga tertarik padanya. Terakhir, ia hanya takut ditolak.
Untuk mengajak pria berkencan, Anda perlu memastikan bahwa ia juga tertarik pada Anda, dan bukan tipe pria konvensional. Anda hanya akan dianggap sebagai wanita yang putus asa. Selanjutnya jika Anda memang berniat mengajaknya melakukan aktivitas berdua, Anda pun harus siap menerima penolakan. Hanya saja -ini yang memudahkan- jika tidak tertarik, pria akan mengatakan tidak begitu saja. Pria tidak seperti wanita yang akan bicara berputar-putar untuk menunjukkan bahwa ia tidak berminat. Yang perlu Anda perhatikan hanya topik pembicaraan saat kencan saja.
Nah, bagaimana bila Anda bertemu dengan pria baru, entah di acara training kantor, festival film, resepsi pernikahan teman, dan lain sebagainya?
Lakukan kontak mata. Hal ini menunjukkan bahwa Anda memperhatikannya, dan tidak sedang kebetulan melihatnya. Tatap matanya beberapa detik, lalu berpaling lah. Anda bisa mengulanginya lagi belakangan.
Tarik sudut bibir ke atas. Anda menunjukkan keramahan, namun tidak sedang mengobral senyuman. Jika ia mulai tersenyum, balas lah senyumannya. Tetapi pastikan ia sedang tidak tersenyum pada orang di belakang Anda.
Bersikap santai. Hanya karena ia balas memandangi Anda, tak perlu mengubah sikap duduk atau cara berdiri Anda. Juga jangan membebaskan diri dari kerumunan Anda untuk memberi kesempatan padanya mendekati Anda. Pria lebih pintar menerjemahkan bahasa tubuh dan dandanan wanita yang "mengundang" daripada Anda.
Jangan meminta nomor teleponnya. Biarkan ia yang meminta nomor Anda lebih dulu. Bila ia memberikan nomor teleponnya pada Anda, dan meminta nomor Anda, buat lah ia sedikit penasaran. Katakan saja, "I'll call you."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang