KENDAL, MINGGU - Jalur pantai utara lumpuh setelah banjir merendam Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Minggu (8/2) sekitar pukul 03.30. Hal ini mengakibatkan kemacetan sepanjang lebih dari 15 kilometer dari arah Semarang dan sekitar 20 kilometer dari arah Jakarta.
Ratusan kendaraan baik truk, kendaraan roda empat, dan kendaraan roda dua terjebak kemacetan karena beberapa ruas jalur pantura tergenang air hingga satu meter. Kendaraan tidak berani menerobos karena genangan terlalu tinggi.
Suyono (30), pengemudi truk bermuatan alpukat asal Kabupaten Jember, mengaku terkena macet sejak Minggu pukul 05.00. "Mau kemana lagi, kalau diterobos nanti kendaraannya malah rusak, paling menunggu surut," ujar Suyono yang akan menuju Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta ini.
Banjir di Kabupaten Kendal dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Blorong di dua titik, yaitu di Kelurahan Candiroto, Kecamatan Kendal dan di Desa Cangkring, Kecamatan Brangsong. Hal ini terjadi setelah huj an deras mengguyur Kabupaten Kendal dan sekitarnya terus-menerus sejak Sabtu (7/2) pukul 18.00.
Hamzah (45), warga Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, mengakui, banjir mulai merambah jalur pantura sekitar pukul 04.00. "Sebenarnya dari pukul 02.30, sudah datang kiriman air dari arah Kali Blorong tetapi ketinggian mulai menambah setelah pukul 04.00," ucapnya.
Selain membuat jalur pantura lumpuh, banjir juga menyebabkan jalur kereta api terputus sejak Minggu pukul 02.00 di tiga titik antara lain, Desa Nawang sari di Kecamatan Weleri, Desa Tosari dan Desa Sudipayung di Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal.
Akibatnya, tiga kereta api dari arah Jakarta dan Bandung menuju Kota Semarang tidak bisa meneruskan perjalanan. KA Senja Utama tertahan di Stasiun Weleri, KA Harina dan KA Tawang Jaya tertahan di Stasiun Pekalongan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT KA Daerah Operasi IV Warsono mengatakan, terputusnya jalur KA tersebut membuat perjalanan KA dari arah Semarang maupun Jakarta dialihkan melalui jalur selatan melalui Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Kebumen. "Hal ini membuat perjalanan terlambat setidaknya empat jam," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang