JAKARTA, SENIN - Harga timah yang makin murah memaksa PT Timah Tbk (TINS) mengurangi produksinya. Produsen timah terbesar ketiga di dunia ini berencana mengurangi produksi hingga 17,24 persen.
Tahun lalu, total produksi timah TINS sebanyak 58.000 ton. "Tahun ini targetnya menjadi 48.000 ton," ujar Sekretaris Korporat TINS Abrun Abubakar, kemarin.
TINS berharap, pengurangan produksi ini akan sedikit mengangkat harga timah. Maklum, saat ini harga timah batangan hanya berkisar 11.000 dollar AS per metrik ton. Tahun lalu, harga logam ini berkisar 15.000 dollar AS -20.000 dollar AS per metrik ton.
Selain mengurangi produksi, TINS memilih berkonsentrasi menjual produk hilir timah, ketimbang menjual timah mentah batangan. "Kami akan memperbanyak timah logam, karena ada nilai tambahnya," ucap Abrun.
Salah satu upaya mengalihkan jenis produk dagangannya, TINS tetap melanjutkan proyek pembangunan pabrik Tin Solder dan Tim Chemical di Cilegon Banten. Tapi, tambang timah ini menunda sebagian rencana eksploitasi tambang timah mereka.
Selain menunda ekspansi di timah, TINS juga menunda rencana mengeksploitasi lokasi kontrak pertambangan (KP) nikel di Sulawesi Tenggara tahun ini. Alasannya, harga nikel sedang jatuh.
Kini, harga nikel paling mentok 12.000 dollar AS per ton. Tahun lalu, nikel sempat menyentuh 33.400 dollar AS per ton.
Alhasil di Tahun Kerbau ini, TINS hanya akan melanjutkan proyek-proyek yang sudah berjalan, termasuk melanjutkan pembelian kapal keruk raksasa jenis Bucket Wheel Dredger (BWD). TINS menyiapkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 700 miliar. Nilai tersebut merosot 50 persen ketimbang capex 2008 yang menembus Rp 1,4 triliun.
Analis Paramitra Alfa Sekuritas Ukie Jaya Mahendra mengungkapkan, pemangkasan produksi TINS akan menambah sentimen negatif terhadap saham TINS. Tapi, secara umum, fundamental TINS masih baik. "TINS masih bisa untung," tandas Ukie. (Fitri Nur Arifenie)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang