Perpeloncoan Porno di Cambridge University

Kompas.com - 09/02/2009, 13:52 WIB

LONDON, SENIN — Sejumlah mahasiswa di Cambridge University mempermalukan almamaternya. Mereka mengadakan tradisi perpeloncoan terhadap anggota baru dengan melakukan gerakan-gerakan yang menjurus pada simulasi seks. Bahkan, bisa dibilang sangat jorok dan porno.

Pimpinan kampus terkenal di Inggris itu terkejut dengan beredarnya foto-foto mahasiswi dengan tangan dan kaki terikat sedang menggunakan mulut untuk memasukkan kondom ke dalam pisang yang digantung pada celana sejumlah mahasiswa.

Setelah diusut, para mahasiswi tersebut adalah anggota perkumpulan mahasiswa Newnham Nuns di mana anggotanya suka minum-minuman keras.

Foto-foto lain yang diambil tahun lalu itu menunjukkan seorang mahasiswa S-1 dengan bangga meminum minuman keras dari corong. Tradisi perpeloncoan lainnya termasuk meminum segalon air berisi ikan emas hidup.

Seorang konsultan kejiwaan, Adrian Boyle, membenarkan bawah sejumlah mahasiswi terlibat pesta mabuk-mabukan dalam beberapa tahun terakhir. "Beberapa di antaranya juga dianiaya," katanya kepada The Sun, Sabtu (7/2).

Aktivis keprihatinan alkohol, Carys Davies, menegaskan bahwa tindakan para mahasiswa itu bukanlah contoh terpuji. Serikat Mahasiswa Nasional dalam pernyataannya menuntut upacara perpeloncoan berbahaya itu dihentikan. Sementara itu, seorang juru bicara Cambridge University mengatakan, "Kami akan menjamin para mahasiswa bertindak bertanggung jawab."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau