LAMONGAN,SENIN-Banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang mengenangi beberapa wilayah pertanian Lamongan belum memengaruhi realisasi tanam di Lamongan.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan Djonot Subagijo Senin (9/2) mengatakan secara keseluruhan pada musim penghujan pertama (MP1) untuk komoditi padi di Lamongan ditargetkan lahan seluas 67.395 hektar ditanami.
Dari target tersebut realisasi tanamnya sudah mencapai 65.790 hektar. Komoditi jagung dari target 26.292 hektar realisasi tanam pada MP1 terealisasi sekitar 32.000 hektar
Realisasi tanam pada wilayah yang diterjang banjir seperti Kecamatan Laren juga melebihi target yang ditetapkan. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan menetapkan target sasaran realisasi tanam komoditi padi di Kecamatan Laren seluas 1.614 hektar.
Hingga awal Februari realisasinya telah mencapai 2.612 hektar atau surplus 998 hektar dari target. Dari luas realisasi tanam tersebut sebanyak 515 hektar sudah dipanen.
Djonot mengatakan komoditi jagung juga mengalami surplus realisasi tanam. Dari target luas tanam 465 hektar, realisasi tanamnya mencapai 706 hektar atau ada ada selisih 241 hektar. Jagung yang dipanen mencapai 524 hektar, kata Djonot.
Kepala Bagian Humas dan Informasasi Komunikasi Kabupaten Lamonan Aris Wibawa menambakan secara kumulatif, banjir luapan Bengawan Solo sejak akhir Januari lalu tidak signifikan memengaruhi produksi pertanian Lamongan secara keseluruhan. Menurut Arus meskipun ada lahan pertanian yang tergenang, lahan tersebut masih bisa dipanen.
Aris menyatakan baik komoditi jagung maupun padi di wilayah Kecamatan Laren yang tergenang memang mengalami kerusakan berat. Namun tanaman itu masih bisa untuk dipanen karena belum sampai pada taraf puso.
Banjir luapan Bengawan Solo juga menyebabkan beberapa komoditi di Kecamatan Kalitengah rusak berat tetapi masih bisa dipanen. Di Kalitengah tercatat 34 hektar padi, 77 hektar jagung, 1 hektar kacang tanah, 17 hektar ketela rambat dan 9 hektar cabe yang t ergenang.
Secara keseluruhan pada musim penghujan pertama (MP1) untuk komoditi padi ditargetkan lahan seluas 67.395 hektar ditanami. Dari target tersebut realisasi tanamnya sudah mencapai 65.790 hektar atau kurang tiga persen dari target. Yang sudah dipanen menc apai 884 hektar, katanya.
Sementara untuk komoditi jagung dari target 26.292 hektar realisasi tanam pada MP1 terealisasi sekitar 32.000 hektar, bahkan 5.123 hektar diantaranya sudah dipanen. Besaran produksi saat ini masih diverifikasi, April nanti sudah bisa diketahui berapa pro duksi jagung di Lamongan, katanya.
Luas tanam komoditi padi di Lamongan paling di Kecamatan Sugio, seluas 5.166 hektar luas tanam. Sampai awal Februari belum ada yang dipanen. Petani di Sugio baru memulai tanam pada bulan November, sementara petani di daerah lain mulai tanam pada Oktober . Luas tanam terkecil berada di Kecamatan Glagah sebanyak 248 hektar luas tanam, sebab sebagian besar lahan diperuntukkan untuk sawah tambak.
Pada MP1 sebagian petani Lamongan juga ada yang menanam komoditi kedelai sebanyak 4.886 hektar luas tanam, 1.432 hektar diantaranya sudah dipanen. Komoditi kedelai paling banyak ditanam di Kecamatan Sarirejo yakni 1.780 hektar luas tanam, luas tanam te rkecil di Kecamatan Glagah sebanyak 2 hektar.
Meskipun tidak memengaruhi luas tanam, namun banjir luapan Bengawan Solo memengaruhi kualitas produksi panenen. Setidaknya iu dirasakan Suparman (52) petani di Desa Truni Kecamatan Babat. Dia memanen jagungnya saat banjir mulai merendam persawahan. Saat itu tongkol jagung saya panen dengan gethek (raki dari batang pisang). Hasilnya ya kurang tua sedikit, katanya saat menjemur jagung yang sudah dipipil pekan lalu.
Sementara di Kecamatan Karangbinangun banjir mengenangi areal pertanian akibat jebolnya tanggul di Dusun Logawe Desa Gawerejo. Kondisi itu menyebakan tanaman padi terendam dan sebagian dipanen dini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang