Obyek Wisata Pedalaman Kaltim, Kasihan...

Kompas.com - 10/02/2009, 07:05 WIB

BALIKPAPAN, SELASA — Karena tidak ada jaminan transportasi udara, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kalimantan Timur terpaksa menutup obyek wisata pedalaman provinsi kaya itu.

"Pesawat milik Dirgantara Air Service yang selama ini menjadi andalan melayani rute tersebut sudah tidak beroperasi lagi sehingga daerah wisata pedalaman itu mau tidak mau harus ditutup," kata Ketua Asita Kaltim Joko Purwanto di Balikpapan, Selasa (10/2), sehubungan dengan penutupan obyek wisata pedalaman di Long Bawang dan Long Apung di Kabupaten Malinau serta Kersik Luwai di Kabupaten Kutai Barat.

Menurut Joko, penutupan obyek wisata yang sempat menjadi legendaris tersebut diberlakukan sejak bulan Juni tahun 2008.

Pihaknya tidak dapat memungkiri bahwa obyek wisata itu merupakan salah satu daya tarik wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Kaltim, selain beberapa objek wisata pantai yang ada.

Dari data Asita Kaltim, jumlah wisman yang berkunjung ke daerah itu sekitar 300 orang setiap tahunnya, kebanyakan wisman berasal dari Eropa dan Amerika. 

Asita Kaltim berharap Pemprov Kaltim dan pemkab setempat dapat mencarikan jalan keluar agar daerah wisata itu tetap dibuka dan dijual ke wisman. "Memang yang menjadi persoalan pariwisata di Kaltim adalah infrastruktur, termasuk transportasi yang tidak memadai, padahal obyek wisata tersebut sudah cukup di kenal di Eropa dan Amerika," ujarnya.

Joko mengungkapkan, anggaran pariwisata Kaltim pada tahun 2009 ini hanya Rp 13 miliar, padahal pendapatan dari pariwisata cukup besar. Anggaran pariwisata itu, kata dia, harus 10 persen dari total pendapatan asli daerah (PAD) agar bisa digunakan untuk biaya promosi dan menggelar agenda wisata.

Joko mengungkapkan, Pemprov Kaltim pada 2009 ini mencanangkan Kaltim Visit 2009 dengan target kunjungan sekitar 25.000 wisman. "Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kaltim," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau