Awas, Ganja Sebabkan Kanker Testikular!

Kompas.com - 10/02/2009, 18:08 WIB

PARA pengisap ganja tak hanya terancam mengalami gangguan saraf dan otak. Sebuah penelitian yang berlangsung di Amerika Serikat menunjukkan, laki-laki pengisap ganja berisiko terserang kanker testikular. Risiko ini makin meningkat pada pengguna rutin minimal sepuluh tahun.

Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Cancer ini melibatkan 369 laki-laki pengidap kanker testikular usia 18-44 tahun dan 979 orang (campuran pengisap ganja dan bukan). Hasilnya, risiko pada pengisap ganja rutin naik dua kali lipat dibandingkan dengan yang tidak.

Risiko makin tinggi pada mereka yang dilaporkan telah mengisap ganja setidaknya sepuluh tahun dan menggunakannya lebih dari sekali sepekan, serta mulai mengisap ganja sebelum usia 18 tahun.

Kesimpulan itu adalah temuan baru. Sebelumnya tidak ada studi yang menemukan kaitan antara ganja dan kanker testikular. ”Kami yang pertama kali melihat kaitan itu,” kata Stephen Schwartz, salah satu peneliti pada Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle.

Umumnya diketahui, kanker testikular terkait dengan luka lama pada buah pelir dan faktor keturunan. Kanker jenis itu sering kali muncul pada pengidap pada usia 20 hingga 30 tahunan.

Para remaja merupakan kelompok terbesar pengisap ganja. Karena itulah dilakukan penelitian untuk mengungkap risiko kanker testikular tipe nonseminoma yang menyerang remaja.

”Studi kami membuktikan adanya konsekuensi merugikan dari ganja, meski belum seberapa,” kata Schwartz. Katanya, perlu penelitian lebih jauh sel-sel di dalam buah pelir untuk mengetahui adakah penghambat yang merespons zat kimia ganja.

Peneliti kanker di Inggris, Henry Scowcroft, mengakui, penelitian itu bermanfaat. Namun, ia melihat perlunya menambah jumlah dan cakupan responden.

”Sebelum tiba pada kesimpulan yang pasti, apakah sesuatu itu merupakan sebab-akibat, lebih dari sebuah titik pada layar radar, butuh diperbanyak dalam cakupan studi yang lebih luas lagi,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau