BANDUNG, SELASA — Institut Teknologi Bandung akan melakukan tes psikologi ke seluruh mahasiswa aktif di Jurusan Geodesi menyusul peristiwa tewasnya Dwiyanto Wisnugroho. Pembinaan terhadap kegiatan kemahasiswaan akan semakin ditingkatkan guna mencegah berulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.
Hal itu terungkap di dalam jumpa pers yang digelar Kantor Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ITB, Selasa (10/2). Jumpa pers ini digelar sebagai jawaban ITB menyikapi peristiwa meninggalnya Dwiyanto Wisnugroho (18) saat mengikuti acara pelantikan anggota baru Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG), akhir pekan lalu.
Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni ITB Widyo Nugroho mengatakan, tes psikologi ini masih sebatas usulan dari pihaknya. Ia geram, mahasiswa, khususnya para anggota IMG, tetap saja nekat melakukan kegiatan kaderisasi, meskipun hal itu telah dilarang. "Jadinya kucing-kucingan. Berkali-kali diberikan peringatan, tetap saja nekat. Kegiatan dilakukan di luar," ujarnya.
Himpunan mahasiswa yang sukar diatur, ucapnya adalah di Geodesi dan Geologi. Padahal, IMG baru dua tahun terakhir ini diperbolehkan kembali beraktivitas. Pada 2005, organisasi ini sempat dibekukan. Lalu, diizinkan kembali berkegiatan pada 2007. "Sekarang kambuh lagi penyakitnya. Mungkin syarafnya pada bermasalah," ucapnya geram.
Lewat tes psikologi itu akan diketahui berapa banyak mahasiswa Geodesi di ITB yang memiliki karakter destruktif. Namun, ia memperkirakan, jumlahnya ini tidak terlalu banyak. "Masih banyak mahasiswa ITB yang baik-baik dan bisa diarahkan," ujarnya. Ia pun berharap, dalam proses seleksi mahasiswa baru ke depan, tes psikologi ini lebih diperhatikan.
Sebagai upaya preventif, ke depannya, ITB juga akan menerapkan dosen pembina kemahasiswaan di tiap-tiap prodi. Dosen ini bertugas memantau kegiatan kemahasiswaan dan perkembangannya sehingga kontrol pengawasan diharapkan bisa lebih ketat. Untuk mengawasi 77 unit kegiatan mahasiswa dan 33 organisasi himpunan, diakuinya, tidaklah mudah.
Dilarang
Di ITB, kegiatan kaderisasi sejak 2005 telah dilarang. Sebab, dinilai tidak sekadar untuk menjaga keberlangsungan organisasi, melainkan ada potensi perpeloncoan ataupun senioritas. Namun, ungkapnya, ITB tidak lantas alergi terhadap kegiatan semacam ini. Kantor WRMA justru bersedia dan kerap memfasilitasi kegiatan pelatihan kaderisasi dan kepemimpinan mahasiswa, selama itu dilakukan sesuai aturan.
Kepala Biro Kemahasiswaan ITB Djaji S Satira mengatakan, kegiatan kaderisasi himpunan mahasiswa sebetulnya tidak dilarang. "Yang tidak dibenarkan, jika kegiatan itu tidak menempuh prosedur berlaku. Misalnya, perizinan atau pemberitahuan. Himpunan lainnya di ITB juga melakukan kegiatan semacam (kaderisasi) ini, tetapi kok tidak ada masalah? Ini karena prosedurnya benar," ucapnya.
Presiden BEM Keluarga Mahasiswa ITB Shana Fatina Sukarsono mengatakan, pada tahun ini sebetulnya IMG ingin merubah citra organisasi dan kegiatan kaderisasi. Tidak seperti disangka banyak orang, kegiatan itu sebetulnya sangat jauh dari unsur kekerasan. "Kalau pun terjadi peristiwa ini, itu hanya sebuah kecelakaan," ucapnya. Ia pun berharap, kejadian ini bisa menjadi ujian ketabahan bagi seluruh himpunan mahasiswa di ITB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang