Pembuat Film "Fitna" Ditolak Masuk Inggris

Kompas.com - 11/02/2009, 09:48 WIB

AMSTERDAM, RABU--Anggota parlemen Belanda yang menghadapi penuntutan akibat pernyataannya yang anti-Islam, menyatakan, Selasa, Inggris telah menolak permintaannya masuk ke negara itu karena ia dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan publik.

Geert Wilders ingin menayangkan film pendeknya, Fitna, yang menyatakan kitab suci Al-Qur'an menghasut orang melakukan tindak kekerasan, di parlemen Inggris, mengemukakan, pihak berwenang Inggris telah mengatakan kepadanya ia dilarang masuk negara itu.

"Menteri Sekretaris Negara merasa yakin bahwa pernyataan Anda tentang kaum Muslimin dan keyakinan mereka, seperti dinyatakan dalam film "Fitna' dan di mana saja, akan mengancam kerukunan beragama dan karena itu mengancam keamanan maasyarakat di Inggris," kata Wilders kepada televisi Belanda mengenai surat yang diterimanya dari pemerintah Inggris, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Wilders menghdapi penuntutan dari Pengadilan Negeri Amsterdam atas tuduhan menyebabkan timbulnya kebencian dan bersikap diskriminatif.

Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak memberikan tanggapan atas pernyataan Wilders, namun seorang jurubicara mengemukakan pemerintah Inggris menentang segala bentuk ekstremisme.

"Inggris akan menghentikan mereka yang ingin menyebarkan ekstremisme, kebencian dan pesan kekerasan dalam masyarakat kita untuk masuk ke nagara kita," katanya.

Wilders, yang filmnya mendesak umat Islam agar merobek Al-Qur'an yang "penuh kebencian" dan telah membandingkan Islam dengan Naziisme, menuyatakan dalam laman internet partainya bahwa Inggris telah mengorbankan kebebasan menyatakan pendapat.

"Ini suatu yang akan Anda temui di Saudi Arabia, tetapi ini di Inggris. Saya kira sikap pengecut Inggris ini sangat buruk," tulisnya.

Belanda telah mengutuk film itu, yang ditayangkan di Internet pada Maret lalu, dan menentang isinya, dengan menyatakan film itu tak memiliki tujuan selain melukai perasaan orang.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau