Prabowo Presentasi Visi Misi di Unpad

Kompas.com - 11/02/2009, 20:10 WIB

BANDUNG, RABU — Bertempat di Gedung Sanusi Hardjadinata Universitas Padjajaran Bandung, calon presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Rabu (11/2), menyampaikan presentasi di hadapan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Presentasi visi misi Probowo Subianto di hadapan BEM se-Indonesia berlangsung di gedung Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jalan Dipati Ukur, Bandung.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu mengangkat seputar nasib petani, persoalan pertanian, dan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang dinilai tidak dikelola dengan baik. "Indonesia tidak menguasai kekayaan alamnya lagi. Semuanya berada di luar negeri," ucapnya.

Tema yang diusung Prabowo dalam setiap kesempatan itu mendapat tanggapan dari kalangan perwakilan BEM. "Dari tadi yang saya dengar, Bapak hanya berbicara tentang masalah yang kita tahu memang banyak sekali. Namun di sini kami butuh solusi," ucap salah seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam presentasinya, Prabowo juga menyinggung tentang masalah BUMN dan nasib pendidikan di Indonesia. "Saya tidak setuju tentang penjualan BUMN," kata Prabowo.

Pernyataan ini langsung menarik simpati mahasiswa. Bahkan, seorang mahasiswa sempat menantang Prabowo dengan bertanya berapa lama waktu yang dijanjikan Prabowo untuk menarik kembali BUMN yang telah diprivatisasi.

"Bukan soal cepat atau tidak cepat, tapi seharusnya kita akan mengkaji ulang segala kontrak," ucap Prabowo. Dalam pidatonya, Prabowo juga mengatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia sudah keliru. "Di Indonesia tidak ada kewajiban pengusaha untuk menaruh hasil penjualannya di Indonesia," kritiknya. 

Pidato Prabowo tentang ekonomi, siklus uang, dan kekayaan negara juga menarik perhatian mahasiswa, khususnya mahasiswa dari jurusan ilmu politik. 

Perwakilan BEM mempertanyakan sistem politik seperti apa yang akan dijalankan Prabowo dan apakah ia bersedia menarik orang-orang dari berbagai partai untuk bekerja sama dengannya. "Saya akan memilih kabinet yang membawa hasil nyata pada masyarakat meskipun harus pelangi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau