Leonardo Ancang-ancang Latih Milan

Kompas.com - 12/02/2009, 00:03 WIB

MILAN, RABU — Seiring ramainya pemberitaan soal bakal hengkangnya pelatih Carlo Ancelotti ke Chelsea akhir musim ini, nama Leonardo muncul sebagai calon pengganti. Legenda hidup AC Milan ini sudah mengaku sedang mengikuti kursus kepelatihan sepak bola dan siap melatih klub itu suatu hari nanti.

Persiapan Leonardo itu mengindikasikan semakin dekatnya Direktur Olahraga Milan tersebut dengan bangku pelatih di klub tersebut. Menjadi pelatih "Il Diavolo" merupakan ambisinya sejak pensiun pada 2003. "Saya sedang menyiapkan diri melatih Milan," ujar mantan pemain Brasil tersebut.

Direktur Eksekutif Milan, Adriano Galliani, pernah menyebutkan bahwa Leonardo merupakan sosok pelatih masa depan di Milan. Namun, Milan membantah semua persiapan yang dilakukan Leonardo itu merupakan antisipasi kepindahan Ancelotti ke London.

Spekulasi tentang bakal pindahnya Ancelotti ke Stamford Bridge terus memanas setelah Chelsea memecat Luiz Felipe Scolari, Senin (9/2) lalu. Meski akhirnya menunjuk Guus Hiddink sebagai pelatih sementar, pemilik Chelsea Roman Abramovich dikabarkan sedang meracik proposal penawaran spektakuler untuk mendatangkan Ancelotti. Nilai transfer dan kontrak proposal itu disinyalir mencapai jumlah yang tak mungkin ditolak Milan dan Ancelotti.

Pada musim panas lalu, pelatih berusia 49 tahun tersebut pernah bertemu secara pribadi dengan Abramovich. Pertemuan inilah yang membuat media massa di Italia menyebutkan ada rencana besar dalam benak Abramovich untuk memboyong Carletto dari San Siro. (GL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau