BELEK, KAMIS — Guus Hiddink dan Dick Advocaat berbaikan. Advocaat menyusul Hiddink ke Turki dan ucapkan selamat atas ditunjuknya Hiddink sebagai pelatih Chelsea.
Kamis (11/2), Advocaat membuat kejutan dengan mendatangi hari terakhir latihan Rusia di Turki untuk menunggu kedatangan Hiddink. Begitu Hiddink datang, keduanya berjabatan tangan di depan para wartawan dan juru kamera yang sudah menunggu.
Adegan itu sekaligus mengubur ketegangan kedua pelatih asal Belanda tersebut belakang ini. Beberapa waktu lalu, Advocaat mengkritik Hiddink karena membawa enam pemain Zenit players ke Turki selama 8-11 Februari. Pada saat yang sama, Advocaat harus menyiapkan timnya untuk duel lawan VfB Stuttgart di babak 32 besar Piala UEFA.
Hiddink yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih sementara di Chelsea mengungkapkan bahwa kehadiran Advocaat itu penting untuk mencairkan suasana. Ia tahu, Advocaat yang pernah menjadi pelatih "Oranye" dan Korea Selatan pasti tahu posisi Hiddink sebagai pelatih timnas seperti sekarang ini.
"Dia (Advocaat) juga pelatih tim nasional, jadi dia tahu selalu ada situasi kerja sama (dengan pelatih lain)," kata pelatih asal Belanda tersebut. "Anda tidak bisa melakukan itu seenak sendiri, Anda harus berkompromi."
Hiddink sengaja memilih Kota Belek di Turki sebagai tempat latihan timnya karena tempat ini dekat dengan tempat latihan sebagian besar klub-klub di Rusia, termasuk Zenit. Hanya 15-20 menit perjalanan mobil. Demikian dikatakannya.
Hiddink juga menampik hubungan kurang harmonis antara dia dan Advocaat. Ia memang bukan teman dekat Advocaat, tetapi ia menjalin hubungan dengan rekan senegaranya itu.
"Kami memang bukan teman dekat, tetapi tidak benar jika kami tidak pernah bicara satu sama lain. Akhir pekan lalu saya kirim pesan untuk menjelaskan semuanya. Saya tidak berbicara dengannya karena dia tidak suka ngobrol lama-lama lewat telepon," ungkap Hiddink.
Advocaat juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Hiddink tidak mengalami masalah. Ia memang masih merasakan adanya perbedaan pendapat dengan Hiddink, tetapi itu bukan masalah besar.
"Itu bukan masalah besar bagi saya karena ia memanggil enam pemain saya selama tiga hari, tetapi, tentu saja, saya ingin agar mereka tetap tinggal bersama klub," ujar Advocaat sehari sebelum datang ke Belek.
Advocaat mengaku, selain untuk berbicara empat mata, pertemuannya dengan Hiddink juga untuk menyampaikan selamat atas terpilihnya Hiddink sebagai pelatih sementara "The Blues". (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang