Ucapkan Selamat, Advocaat Akur dengan Hiddink

Kompas.com - 12/02/2009, 01:50 WIB

BELEK, KAMIS — Guus Hiddink dan Dick Advocaat berbaikan. Advocaat menyusul Hiddink ke Turki dan ucapkan selamat atas ditunjuknya Hiddink sebagai pelatih Chelsea.

Kamis (11/2), Advocaat membuat kejutan dengan mendatangi hari terakhir latihan Rusia di Turki untuk menunggu kedatangan Hiddink. Begitu Hiddink datang, keduanya berjabatan tangan di depan para wartawan dan juru kamera yang sudah menunggu.

Adegan itu sekaligus mengubur ketegangan kedua pelatih asal Belanda tersebut belakang ini. Beberapa waktu lalu, Advocaat mengkritik Hiddink karena membawa enam pemain Zenit players ke Turki selama 8-11 Februari. Pada saat yang sama, Advocaat harus menyiapkan timnya untuk duel lawan VfB Stuttgart di babak 32 besar Piala UEFA.

Hiddink yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih sementara di Chelsea mengungkapkan bahwa kehadiran Advocaat itu penting untuk mencairkan suasana. Ia tahu, Advocaat yang pernah menjadi pelatih "Oranye" dan Korea Selatan pasti tahu posisi Hiddink sebagai pelatih timnas seperti sekarang ini.

"Dia (Advocaat) juga pelatih tim nasional, jadi dia tahu selalu ada situasi kerja sama (dengan pelatih lain)," kata pelatih asal Belanda tersebut. "Anda tidak bisa melakukan itu seenak sendiri, Anda harus berkompromi."

Hiddink sengaja memilih Kota Belek di Turki sebagai tempat latihan timnya karena tempat ini dekat dengan tempat latihan sebagian besar klub-klub di Rusia, termasuk Zenit. Hanya 15-20 menit perjalanan mobil. Demikian dikatakannya.

Hiddink juga menampik hubungan kurang harmonis antara dia dan Advocaat. Ia memang bukan teman dekat Advocaat, tetapi ia menjalin hubungan dengan rekan senegaranya itu.

"Kami memang bukan teman dekat, tetapi tidak benar jika kami tidak pernah bicara satu sama lain. Akhir pekan lalu saya kirim pesan untuk menjelaskan semuanya. Saya tidak berbicara dengannya karena dia tidak suka ngobrol lama-lama lewat telepon," ungkap Hiddink.

Advocaat juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Hiddink tidak mengalami masalah. Ia memang masih merasakan adanya perbedaan pendapat dengan Hiddink, tetapi itu bukan masalah besar.

"Itu bukan masalah besar bagi saya karena ia memanggil enam pemain saya selama tiga hari, tetapi, tentu saja, saya ingin agar mereka tetap tinggal bersama klub," ujar Advocaat sehari sebelum datang ke Belek.

Advocaat mengaku, selain untuk berbicara empat mata, pertemuannya dengan Hiddink juga untuk menyampaikan selamat atas terpilihnya Hiddink sebagai pelatih sementara "The Blues". (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau