MADRID, RABU — Gelandang serang Real Madrid, Rafael van der Vaart, mengakui mentalnya jatuh karena merasa terlalu sering dicadangkan. Pemain asal Belanda ini merasa heran dan aneh dengan status barunya sebagai pemain cadangan.
"Aku tidak merasa penampilanku jelek dan, sebelum di Madrid, aku selalu menjadi pilihan utama pelatih," kata Van Der Vaart.
Van der Vaart sadar, kedatangannya ke Santiago Bernabeu awal musim ini hanya sebagai "ban serep" karena Madrid gagal mendapatkan Cristiano Ronaldo. Namun, pada paruh musim pertama, pemain berusia 26 tahun ini merasa mampu tampil prima dalam sejumlah laga perdana dan selanjutnya baik-baik saja.
Namun, memasuki paruh kedua, Van der Vaart mulai merasa dibuang. "Awalnya, aku sempat begitu yakin akan mencapai puncak karier bersama Madrid. Namun, dalam beberapa laga terakhir, aku tidak mendengar namaku disebut pelatih sebagai starter," aku mantan pemain Hamburg SV dan Ajax Amsterdam ini.
Walau terbuang dan kehilangan kepercayaan dari pelatih, Van der Vaart tetap berusaha bijaksana demi menghormati kontraknya bersama "Los Blancos". Ia bahkan ingin menjadi bagian penting dalam sejarah klub raksasa Spanyol itu.
"Aku masih berangan-angan menjadi bagian penting sejarah klub ini dan ingin meraih banyak gelar bersama Madrid," imbuh pemain blasteran Belanda-Spanyol ini. (GL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang