Harga Kebutuhan Pokok Naik

Kompas.com - 12/02/2009, 03:35 WIB

SEMARANG, RABU - Harga berbagai jenis kebutuhan pokok seperti sayur-mayur dan beras di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, naik tajam. Kenaikan harga ini diakibatkan cuaca buruk dan tersendatnya pasokan karena banjir.

Karena pasokan terlambat dan cuaca buruk, barang akhirnya jadi langka, ucap Tuminem (58), pedagang kebutuhan pokok di Pasar Bulu, Kota Semarang, Rabu (11/2). Menurut Suminem, kenaikan harga terus terjadi secara bertahap. "Terakhir kal i naik, hari Minggu lalu," ucap pedagang yang telah berjualan di Pasar Bulu sejak 1976 ini.

Di Pasar Bulu, kenaikan harga tertinggi terdapat pada komoditas seperti bawang merah yang harganya naik dari Rp 6.000Rp 7.000 menjadi Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram (kg), harga cabai rawit merah dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kg, dan harga cabai keriting merah dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 per kg.

Selain itu, harga sayur-mayur juga naik. Harga kubis dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 per kg, wortel naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000 per kg, harga kentang dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000 per kg, dan buncis dari Rp 2.000 menjadi Rp 4.000 per kg. Atmanegara (21), pedagang sayur-mayur lainnya, mengeluhkan kondisi ini karena membuatnya merugi.

Di Pasar Kendal, Kabupaten Kendal, harga bawang merah naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 10.000 per kg, cabai rawit merah dari Rp 14.000 menjadi Rp 16.000 per kg, dan cabai rawit hijau dari Rp 14.000 menjadi Rp 18.000 per kg. Adapun harga sayur-mayur naik antara Rp 500 hingga Rp 2.000 per kg.

Suparli (34), pedagang sayuran dan kebutuhan pokok di Pasar Kendal, mengatakan, kenaikan harga ini terus terjadi sejak musim hujan dimulai. Di kedua pasar tersebut, harga beras juga naik, seperti beras C4 dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.500 dan beras menthik wangi dari Rp 5.800 menjadi Rp 6.000.

Akibat kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut, konsumen mengurangi kuantitas pembeliannya. Paijah (60), salah satu pembeli di Pasar Bulu, mengakui, tidak menambah anggaran belanjaan meskipun harga naik.

"Walaupun harganya naik saya tetap beli kentang Rp 1.000. Bedanya, biasanya dapat banyak, sekarang jadi berkurang," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau