Investor Publik BUMI Galang Kekuatan

Kompas.com - 12/02/2009, 11:50 WIB

JAKARTA, RABU - Banyak pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang geram tapi tak berdaya ketika BUMI mengakuisisi tiga perusahaan batubara. Kini, mereka menggalang kekuatan untuk menolak transaksi itu setelah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memutuskan transaksi itu bersifat material.

Para investor sudah membentuk Kelompok Investor Pemegang Saham BUMI (KIPS-BUMI), yang beranggotakan 253 investor individu. Kelompok ini sekarang giat melobi institusi asing pemegang saham BUMI. "Kami telah melobi tiga institusi asing," ungkap Oetomo Rully Susanto, Ketua KIPS-BUMI kepada KONTAN.

Oetomo mengklaim, investor asing BUMI sudah bersedia bergabung dengan KIPS-BUMI. Cuma, mereka masih menunggu akta notaris KIPS-BUMI. "Mereka mau bergabung jika organisasi ini berbadan hukum," kata Oetomo.

Target KIPS-BUMI minimal bisa mengumpulkan 10 persen  saham BUMI. Dengan modal minimal ini, "Kami punya kekuatan untuk meminta rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)," timpal Irwan Ariston Napitupulu, anggota KIPS-BUMI.

Jika target suara sudah terkumpul, KIPS-BUMI akan beraksi dalam RUPSLB. Mereka berharap bisa menempatkan wakil di jajaran direksi atau komisaris. "Tujuan kami hanya menciptakan keterbukaan, melindungi kepentingan investor publik BUMI dan penerapan good governance di BUMI," tandas Rully.

KIPS-BUMI berusaha menggandeng institusi asing karena pemodal asing paling dominan di BUMI. Menurut data PT Ficomindo Buana Registrar, per 31 Januari 2009, institusi asing memiliki 52,39 persen saham BUMI. Sementara pemegang saham individual lokal hanya menguasai 27,20 persen saham BUMI.

Analis Danareksa Sekuritas Felicia Barus menyebutkan peluang membatalkan transaksi akuisisi BUMI terbuka. Apalagi, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) kini hanya memiliki 20 persen saham BUMI. Sebelumnya, BNBR memiliki 35 persen saham BUMI.

Manajemen BUMI belum menanggapi rencana kelompok investor ini. (Yuwono Triatmodjo/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau