MAGELANG, KAMIS - Sebanyak 770 pohon pinus di kawasan hutan produksi milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu, tumbang akibat angin puting beliung. Peristiwa ini terjadi di 12 petak yang tersebar di wilayah Resor Pemangku Hutan (RPH) Srandil, Kabupaten Semarang, dan RPH Pagergunung di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutan KPH Kedu Utara, Kuspriyadi mengatakan, semua peristiwa tersebut terjadi selama bulan F ebruari lalu. Ini adalah kejadian pohon tumbang pertama yang terjadi selama tahun 2009. "Mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, bencana angin puting beliung ini masih akan terjadi hingga mendekati pergantian musim kemarau, yaitu pada bulan Maret hingga April," katanya, Kamis (12/2).
Dari 770 pohon pinus tersebut, sebanyak 685 pohon pinus tumbang di 10 petak kawasan hutan di RPH Srandil, 85 pohon lainnya tumbang di dua petak kawasan hutan di wilayah RPH Pagergunung.
Volume pohon tumbang tersebut mencapai 384,66 meter kubik. Saat ini, Perum Perhutani sedang menghitung nilai kerugian yang ditimbulkan. Keseluruhan pohon tumbang tersebut sudah diamankan dan pada tahap selanjutnya akan dilelang.
Kawasan yang rentan diterjang angin puting beliung, adalah seluruh wilayah Bagian KPH (BKPH) Ambarawa, BKPH Wonosobo, BKPH Magelang, dan sebagian wilayah BKPH Candiroto. Selain karena kekuatan angin yang besar, pohon tumbang kerap te rjadi karena lokasi hutan di empat wilayah tersebut berada di daerah pegunungan dengan kondisi tanah miring dan curam.
"Pohon yang tumbuh di lokasi curam biasanya akan lebih gampang tumbang dan kurang memiliki kekuatan mengakar dalam tanah dibandingkan pohon yang tumbuh di tanah datar," ujarnya.
Menurut data dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Magelang, wilayah yang rawan terkena angin lesus atau puting beliung adalah daerah-daerah yang berada di lereng Gunung Sumbing, Merbabu, dan Sindoro. Daerah tersebut meliputi Kecamatan Kajoran, Kaliangkrik, Bandongan, Windusari, Grabag, Ngablak, Pakis, Candimulyo, Tegalrejo, Salam, dan Mungkid.
Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Magelang, Heri Prawoto, terkait dengan bahaya angin lesus ini, pihaknya sudah menghimbau masyarakat untuk memotong ranting dan dahan pohon di dekat rumah, yang sekiranya membahayakan jika tumbang.
"Dengan memotong dahan, setidaknya korban dan kerugian yang ditimbulkan saat terjadi angin kencang dapat lebih diminimalisir," kata Heri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang