Persis solo vs gresik united

Sedang Bermain, Dua Pemain Digelandang Polisi

Kompas.com - 12/02/2009, 20:45 WIB

SOLO, KAMIS - Dua pesepakbola ditangkap polisi saat sedang membela kesebelasan masing-masing dalam pertandingan divisi utama Liga Indonesia antara Persis Solo dan Gresik United (GU) di Stadion R Maladi, Solo, Kamis (12/2). Keduanya adalah Nova Zaenal dari Persis dan Bernard Mamadon dari GU.

Ini terjadi pada menit 80. Diduga ada pemukulan yang dilakukan Bernard terhadap Nova saat keduanya tengah berebut bola. Nova lantas mengejar Bernard. Beberapa pemain lain, baik dari Persis maupun GU, tampak terlibat dalam kejar-mengejar yang menimbulkan keributan ini.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Alex B Riatmodjo yang berketepatan menyaksikan pertandingan sejak awal turun dari kursi VIP dan menuju lapangan. Perselisihan tidak juga reda meski pasukan polisi telah turun tangan. Alex lantas memerintahkan dua pemain itu ditangkap dan dikeluarkan dari lapangan.

"Memukul itu tindak pidana. Keduanya kami tangkap. Soal pertandingan kan masih tetap bisa dilanjutkan dengan pemain pengganti," kata Alex sesudah aparatnya menggelandang pemain keluar lapangan. (EKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau