Cokelat Tak Selamanya Merugikan

Kompas.com - 12/02/2009, 22:15 WIB

Cokelat membuat berat badan bertambah. Cokelat membuat wajah berjerawat. Cokelat bisa membangkitkan gairah seksual pada wanita. Inilah mitos tentang cokelat. Hal-hal ini membuat kita memasukkan cokelat ke dalam daftar makanan yang harus dipantang, terutama untuk yang sedang berdiet. Padahal, tidak semua hal tersebut benar. Mari kita simak fakta-fakta tentang cokelat.

1. Untuk mendapatkan manfaatkan cokelat dan kokoa, Anda harus tahu apa yang Anda telan. Idealnya Anda memakan cokelat jenis dark chocolate, yang 70%-nya mengandung kokoa. Makin tinggi persentasenya, makin banyak manfaat yang dapat Anda ambil. Baca bungkus cokelatnya, apakah ada tanda "non- atau lightly alkalized atau non-dutched". Hindari milk chocolate dan cokelat putih, yang tidak memberikan manfaat kesehatan bagi Anda.

2. Perhatikan porsinya. Sebuah studi mendapati bahwa 30 kalori cokelat yang mengandung flavanol (konsentrat dari tumbuhan yang berfungsi sebagai antioksidan) dapat menurunkan tekanan darah. Cobalah Extra Dark dari Hershey yang mengandung 60% kokoa, dimana potongan 10 gramnya hanya mengandung 55 kalori.

3. Jangan kuatir bila Anda menghabiskan sekotak cokelat seorang diri. Menurut American Diatetic Association, menikmati 500 kalori cokelat hanya akan menambah berat sekitar 56 gram. Anda bisa membuangnya kembali dengan tidak menikmati vanila frappuccino esok harinya.

4. Jangan percaya bila ada yang mengatakan bahwa cokelat bisa menambah nafsu seksual pada wanita. Belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut.

5. Biji kokoa mengandung antioksidan yang melawan inflamasi dari radikal bebas, yang dapat membuat kulit memerah. Menurut Allison Tannis, M.S., R.H.N., penulis Feed Your Skin, Starve Your Wrinkles, biji kokoa yang telah diubah menjadi cokelat batangan akan kehilangan antioksidasinya. Karena itu Tannis menyarankan meminum cokelat dengan susu tanpa lemak.

6. Cokelat batangan 100 gram (yang mengandung sekitar 70-85% kokoa) berisi 80 mg kafein. Bandingkan dengan secangkir kopi yang mengandung substansi untuk menahan kantuk sejumlah 95 mg. Anda juga tidak disarankan menghabiskan 605 kalori cokelat dalam sekali telan.

7. Jika kolesterol Anda tinggi, biasanya Anda membatasi telur, daging, dan keju. Cokelat, justru harus masuk dalam daftar makanan wajib Anda! Sebuah studi mendapati bahwa substansi dari bubuk kokoa yang mengandung antioksidan memberi kontribusi terhadap pengurangan kolesterol jahat (LDL), dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

8. Cokelat justru mencegah plag dan gigi berlubang! Namun tentu tidak berarti Anda boleh tidak menggosok gigi sebelum tidur.

9. Pernah mendengar lulur dengan cokelat? Antioksidan dan mentega kokoa dalam cokelat membantu melembabkan dan mengembangkan sel-sel kulit yang sehat, demikian menurut Mira Goldin, pemilik spa Body by Brooklyn di New York City. Pemijatan menggunakan cokelat yang sudah dilelehkan, dicampur minyak pemijat, selama 90 menit.

10. Untuk mendapatkan manfaat cokelat tanpa tambahan lemak dan kalori, tambahkan bubuk kokoa alami ke dalam oatmeal, kopi, dan yogurt, sebagai cara rendah kalori untuk mendapatkan flavanol dalam dosis harian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau