Waduh, Penerimaan Negara Bakal Turun

Kompas.com - 13/02/2009, 07:52 WIB

JAKARTA, JUMAT - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan penerimaan negara dari pajak tahun ini diperkirakan bakal turun sebesar Rp 59 triliun dibanding asumsi penerimaan yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009.

Penurunan tersebut terjadi lantaran terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi, depresiasi rupiah, dan penurunan harga minyak. Adapun penurunan yang dimaksud adalah dari Rp 725,8 triliun menjadi Rp 666,9 triliun.

Penurunan pertama terjadi pada penerimaan pajak penghasilan (PPh) non migas yang semula diprediksi Rp 300,7 triliun akan menjadi hanya Rp 283,3 triliun. "Setiap penurunan 1 persen pertumbuhan ekonomi maka penerimaan dari PPh non migas akan turun Rp 9,4 triliun," ujar Sri Mulyani dalam rapat panitia anggaran, Selasa (12/2).

Kedua, penurunan PPh minyak dan gas (migas) dari Rp 56,7 triliun dalam APBN 2009 menjadi hanya Rp 38,8 triliun. Hal tersebut mungkin terjadi lantaran bila harga minyak mentah Indonesia (ICP) turun 10 dollar AS per barrel

Sementara itu, asumsi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diasumsikan Rp 249,5 triliun diprediksi hanya bakal dicapai Rp 236 triliun. Hal itu terjadi karena, setiap penurunan 1 persen pertumbuhan ekonomi maka penerimaan PPN bakal turun Rp 2,9 triliun. Dan bila inflasi turun 1 persen menyebabkan penerimaan turun Rp 3,4 triliun.

Penurunan asumsi penerimaan juga terjadi pada asumsi penerimaan bea masuk. Dimana bila APBN 2009 disebutkan Rp 19,2 triliun, pemerintah mengasumsikan Rp 17,2 triliun. "Bila terjadi penurunan 1 persen pertumbuhan ekonomi maka akan Rp 2 miliar. Sementara itu setiap kenaikan nilai tukar Rp 1.000 maka penerimaan bisa naik Rp 2 miliar," jelasnya.

Sementara itu untuk bea keluar, diperkirakan hanya akan tercapai Rp 6,9 triliun padahal asumsi penerimaan yang terdapat dalam APBN 2009 sebesar Rp 9,3 triliun. Di sisi lain, penurunan juga diperkirakan terjadi pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 73,1 triliun. Penurunan itu terjadi bila harga minyak mentah turun 10 dollar AS per barrel yang menyebabkan penerimaan negara bakal turun Rp 24,6 triliun. Sementara untuk nilai tukar rupiah, setiap kali naik Rp 1.000, maka bakal terjadi kenaikkan penerimaan pajak Rp 17,2 triliun. (Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau