Ponari Harus Dilindungi

Kompas.com - 13/02/2009, 08:40 WIB

MAGELANG, JUMAT — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta berbagai pihak terkait untuk memberikan perlindungan kepada Ponari, bocah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang mampu menyembuhkan penyakit dari eksploitasi.
    
"Pemerintah daerah melalui instansi terkait harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi Ponari," kata Sekretaris KPAI Hadi Supeno di Magelang, Jumat (13/2).
    
Sejak beberapa waktu terakhir, ribuan orang dari berbagai tempat setiap hari berjubel di sekitar tepat tinggal Ponari di Jombang untuk mendapatkan penyembuhan dari anak itu.
    
Di antara mereka bahkan harus menunggu hingga beberapa hari untuk disembuhkan Ponari, sedangkan aparat diturunkan untuk mengatur situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar rumah anak itu.
    
Hadi Supeno menyatakan, Ponari harus mendapatkan perlindungan, baik secara fisik maupun psikis, supaya tidak kehilangan hak-haknya sebagai anak.
    
"Pak bupati harus bertindak mengamankan, tetapi tidak menghilangkan hak-haknya. Itulah namanya perlindungan," katanya.
    
Ponari, katanya, harus tetap mendapatkan hak-haknya sebagai anak, seperti hak pendidikan, hak kesehatan, dan hak bermain sebagaimana anak-anak sebayanya.
    
Anak itu, kata Hadi, harus dijauhkan dari masyarakat dengan berbagai kepentingannya. "Ponari harus dijauhkan dari masyarakat yang sedang kalap, baik karena motivasi penyembuhan maupun karena keinginan mengeksploitasi dengan motif materi ataupun popularitas," katanya.
    
Berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, juga perlu membangun kesadaran tentang pentingnya perlindungan terhadap anak dan pemenuhan berbagai hak anak, kata Hadi Supeno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau