Golkar Tak Mau SBY-JK Opsi Tunggal

Kompas.com - 13/02/2009, 16:23 WIB

JAKARTA, JUMAT — Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budisantoso mengatakan, sebagai partai besar Golkar tak ingin duet SBY-JK menjadi opsi satu-satunya pada pemilihan presiden Juli mendatang. Dikatakan Priyo, opsi tersebut selama ini selalu membuat Golkar terkesan disepelekan dan terhimpit diantara Blok S (SBY) dan Blok M (Megawati).

 

Priyo mengakui, nama SBY masih menjadi nama yang sering disebut-sebut di internal Golkar. Meneruskan duet SBY-JK, dikatakannya, bukan sesuatu yang mustahil.

 

"Duet SBY-JK bukan sesuatu yang salah untuk menuntaskan misi yang belum tuntas. Tapi karena kami terikat kode etik, sebagai partai besar ijinkan kami untuk tidak menggunakan itu (duet SBY-JK) sebagai opsi satu-satunya karena opsi itu bisa membuat kami dipandang sepele," kata Priyo, Jumat (13/2), pada diskusi di Gedung DPR, Jakarta.

 

Ia kembali mengutarakan wacana yang sempat dilontarkannya bahwa Golkar siap memimpin poros alternatif agar tak hanya ada di antara Blok S dan Blok M.

 

Pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi mengatakan, koalisi SBY-JK merupakan koalisi kejawen, yang menerapkan prinsip tahu sama tahu. Namun, menurut Kristiadi, justru menyebabkan koalisi keduanya tidak jelas.

 

"Koalisi SBY-JK itu koalisi kejawen, tahu sama tahu tapi akhirnya tidak jelas. Misalnya, sudah menunjukkan gelagat saling berpaling tapi kok enggak dilamar-lamar. Kalau mau koalisi kok tidak diumumkan. Jadinya saling menunggu," ujar Kristiadi.

 

Demokrat sendiri tetap menyatakan akan membahas koalisi dan siapa pendamping SBY pascapemilu legislatif. "Buat Demokrat bukan saling menunggu tapi karena yang paling penting sekarang adalah menunggu hasil pemilu legislatif," ujar Ketua DPP Bidang Politik Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau